29 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

3 Sosok Wanita yang Bantu Jokowi di Sidang MK

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh : Wisnu Prasetiyo


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Tim Kuasa hukum TKN berfoto bersama di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (21/6). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Dalam sidang kelima gugatan Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK), ada 3 perempuan yang ikut dalam Tim Hukum Jokowi-Ma’ruf di persidangan MK.

Ketiga nama yang hari ini terlihat hadir di dalam persidangan yaitu Christina Aryani, Erlinda dan Nurmala. Tiga nama ini sebelumnya memang telah dikenal publik melekat dengan kubu 01.

Seperti salah satunya, Erlinda yang juga merupakan Tim Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf. Sementara Christina dan Nurmala berasal dari partai pengusung Jokowi-Ma’ruf yaitu Golkar dan Perindo.

1. Aryani


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Nama pertama yaitu Christina Aryani. Christina merupakan caleg Golkar yang ikut bertarung dalam Pileg 2019. Christina berhasil meraih 26.159 suara.

Christina yang juga duduk di posisi Wasekjen Partai Golkar merupakan pendatang baru yang akan duduk di Senayan pada periode 2019-2024. Dia merupakan caleg dari dapil DKI Jakarta II, yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri.

Christina merupakan buah hati dari Arief Panggabean. Perempuan 43 tahun ini adalah sarjana dari STIE dan lulus sebagai lulusan terbaik atau cumlaude.

Christina mendapatkan gelar sarjana hukum dari Atma Jaya. Dia kemudian melanjutkan studi dan berhasil mendapatkan gelar magister hukum dari Universitas Indonesia. Di UI dia juga berhasil mendapat lulusan terbaik bersama 3 mahasiswa lainnya.

Christina kemudian menjadi professional researcher di hukumonline.com. Namun, tak hanya berfokus dalam dunia hukum, Christina Aryani juga Foundation di daerah terpencil bersama private donor, LSM dan puskesmas wilayah terkait untuk memberikan pelayanan jasa kesehatan pengobatan gratis.

“Kalau saya kan memang dari awal terlibat di direktorat hukum dan advokasi (TKN), saya perwakilan dari Partai Golkar. Ini kan komposisinya ada perwakilan dari partai lalu dari luar ada juga yang membantu kayak Pak Yusril, itu kan mereka lawyer-lawyer praktisi yang ikut karena kepedulian kepada 01,” ujar Christina menjawab pertanyaan wartawan di gedung MK, Jakarta, Jumat (21/6).

2. Erlinda


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Erlinda Iswanto mengunjungi RS Kartika Pulomas. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Erlinda (41) menjadi perempuan berikutnya yang duduk bersama jajaran tim hukum Jokowi-Maruf dalam sidang gugatan pilpres di MK. Erlinda terkenal sebagai aktivis sejak lama.

Erlinda lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STIP) di Jerman dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jurusan Fisika hingga meraih gelar magister.

Pada bulan Juli tahun 2013, Erlinda masuk di tahap pencalonan Komisioner KPAI dan berhasil terpilih. Pada tahun 2014-2017 Erlinda duduk di posisi sekretaris KPAI. Erlinda kemudian memegang jabatan baru, yakni Kepala Divisi Sosial KPAI.

Pada pemilu ini, Erlinda ikut aktif sebagai juru bicara Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Kini, Erlinda ikut duduk bersama tim hukumnya Jokowi-Ma’ruf dalam Sidang MK sebagai pendamping.

“Kalau saya pribadi adalah tim pendamping. Diberikan kesempatan paling tidak memberikan nuansa positif di dalam persidangan. Nuansa positif juga berinteraksi bersama teman-teman di kuasa hukum maupun tim pendamping. Sehingga pesan-pesan yang nanti kita harap bisa kawal di nawacita kedua nanti bisa direalisasikan,” ujar Erlinda saat berbincang dengan kumparan di gedung MK.

Karena duduk sebagai pendamping, Erlinda tidak mengenakan baju toga.

3. Nurmala, S.Kom, SH, MH


@ Disediakan oleh timurmerdeka.com

Sosok perempuan lainnya yang hadir dalam sidang MK yaitu Nurmala. Nurmala (36) caleg dari Partai Perindo yang merupakan partai pengusung Jokowi-Maruf. Nurmala caleg dari Dapil DI Yogyakarta. Nurmala juga merupakan wakil ketua Perindo di Yogyakarta.

Sebelum terjun ke dunia politik, Dia memulai karirnya di dunia hukum sebagai seorang pengacara.

Nurmala lulusan jurusan komunikasi di Universitas Yogyakarta. Ia juga mengambil gelar dan magister di jurusan hukum di universitas yang sama.

%d blogger menyukai ini: