18 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh : M Sholahadhin Azhar

Jakarta: Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Arya Sinulingga menilai kesaksian Hairul Anas dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) banyak berdusta. Arya mengaku bakal mengusulkan agar Anas diproses hukum.


© M Sholahadhin Azhar TKN Jokowi-Ma’ruf mengusulkan saksi kubu Prabowo atas nama Hairul Anas dipidanakan.

“Karena itu saya akan mengusulkan TKN, agar Anas ini dipidanakan oleh TKN,” ujar Arya saat dihubungi, Kamis, 20 Juni 2019.

Arya mengaku keberatan dengan kesaksian Anas. Terutama, tentang ajakan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Moeldoko saat pembekalan saksi. Menurut Arya, sesuai pernyataan Moeldoko dimaksudkan kepada menerangkan potensi kecurangan, bukan mengajak untuk berbuat curang.

Arya menganggap pemaparan Anas di persidangan juga tak utuh. Informasi melalui slide tak dijabarkan utuh, terbukti dengan pemaparan yang terhenti di slide pertama.

Padahal, kata Arya, slide kedua berisi kiat bagi saksi untuk menanggulangi kecurangan. Hal ini sengaja tak dipaparkan Anas.

“Jadi saya mengusulkan. Karena dia melakukan kebohongan publik, dan pemelintiran informasi,” ujar Arya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Moeldoko, membenarkan telah menjadi pemateri kepada para saksi menjelang Pilpres 2019 lalu. Kewaspadaan kecurangan dalam demokrasi menjadi materi yang disampaikan Moeldoko saat pelatihan di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Pelatihannya di Jakarta, saya lupa tanggal berapa. Saya tidak mengajari, tapi lebih memperingatkan sikap kewaspadaan, bukan mengajari bagaimana melakukan kecurangan enggak. Saya enggak pernah mengajarkan,” ungkap Moeldoko saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis, 20 Juni 2019.

Moeldoko mengatakan, para saksi dari TKN itu diberikan penguatan tersebut agar bisa mengetahui potensi-potensi kecurangan saat pelaksanaan dan penghitungan suara Pilpres kemarin.

“Jadi kalau itu terjadi, maka kalian para saksi hati-hati, matamu harus melotot. Kedua, yang pakai kacamata harus mendekat agar tahu persis contrengan itu seperti apa. Itu yang saya sampaikan detail,” tuturnya.

%d blogger menyukai ini: