23 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

GEGARA CDA, PRESIDEN JOKO WIDODO MARAH-MARAH

Oleh : Eddy Boekoesoe

Editor : LM Taufiqurrahman Nasiru

Sudah berulangkali saya mendengar Presiden Joko Widodo marah tentang current deficit account (CDA) yang sudah menahun – yang menurut Presiden disebabkan oleh rendahnya ekspor dan investasi.

Jika Presiden tetap berpendapat bahwa CDA itu disebabkan karena ekspor dan investasi yang rendah, saya pastikan Presiden akan marah-marah terus sampai akhir jabatannya tahun 2024.

Mengapa demikian?

Presiden akan marah terus karena problematika CDA yang kronis bukan salahnya ekspor dan investasi seperti yang disodorkan ahli ekonomi kepresidenan.

Karena penyebabnya salah, pasti solusinya tidak akan ketemu, sampai kapanpun.

CDA yang kronis disebabkan ketidak-mampuan (produktif) industri rakyat, sehingga produksi barang ekspor rendah – dan impor bahan kebutuhan yang tidak mampu dihasilkan di dalam negeri. Akibatnya, impor makin lama makin tinggi sedangkan ekspor relatif konstan.

Kita mengimpor gandum karena kita gagal memproduksi mocaf, kita mengimpor karaginan karena kita gagal memproduksinya dalam negeri.

Kita terlambat menggunakan etanol sebagai bbm karena industri dalam negeri tidak mampu. Kita harus impor beras karena kita tidak mampu mencegah kehilangan 15% pada pasca panen industri beras sebesar 6 juta ton bila kita mampu berindustri zero waste seperti Thailand.

Penyebab CDA begitu terpampang di muka kita tapi kita pura-pura tidak melihat, karena kita adalah bangsa jajahan di bidang ekonomi dan budaya.

Kesimpulannya : Terjadinya CDA kronis karena industri rakyat kita masih PRIMITIF.

Solusinya : Moderenisasi industri rakyat produktif seperti petani, pekebun, nelayan, pembudidaya dll.

Caranya: Gantilah proses pasca panen yang primtif dengan pabrik moderen dan jadikan pabrik moderen tersebut dimiliki rakyat produktif dengan membeli.

Modalnya dari mana?

Kredit usaha rakyat (KUR) saja 140 triliun tahun 2019, ditambah dengan paket kredit lain menggantikan investasi yang loyo dan insya Allah – CDA sirna. Meerdekaaa…. !!!!

%d blogger menyukai ini: