19 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menhan: 3 Persen Prajurit TNI Tak Setuju Pancasila

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh : Teuku Muhammad Valdy Arief

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu prihatin dengan banyaknya warga Indonesia yang tak mengamalkan ideologi Pancasila. Ia bahkan menyebut, dari kalangan prajurit TNI sendiri, ada yang tak setuju Pancasila.

“Hadirin sekalian yang saya hormati dan mulaikan, kita patut prihatin, saya sangat prihatin, dengan hasil pengamatan yang dilakukan Kementerian Pertahanan baru-baru ini, tentang pancasila.

Pancasila itu kan perekat negara kesatuan ini. Rusaknya Pancasila, rusaknya persatuan kita. Hilangnya Pancasila, berarti hilangnga negara ini,” tutur Ryamizard saat hadiri halal bi halal bersama prajurit dan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (19/6).


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Suasana acara halalbihalal prajurit bersama purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan

Ryamizard memaparkan hasil kajian Kemenhan menunjukkan data beragam dan cukup luasnya fenomena itu. Tidak disebutkan waktu pasti berlangsungnya kajian itu, hanya saja hasilnya menunjukkan kalangan yang tak setuju Pancasila mulai dari siswa, mahasiswa, PNS hingga tentara.

Berdasarkan data itu, ada 23,4 persen mahasiswa setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah. Sementara 23,3 persen pelajar SMA setuju jihad untuk negara Islam, 18,1 persen pegawai setuju tak setuju dengan ideologi Pancasila, 19,4 PNS menyatakan tidak setuju dg ideologi Pancasila. Dan 9,1 persen pegawai BUMN yang menyatakan tak setuju dengan ideologi negara.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

“Kurang lebih 3 persen, ada TNI terpengaruh dan tak setuju Pancasila. Ini memprihatinkan sekali,” keluh Ryamizard.

“Kita berdasarkan Pancasila. Sumpah, tidak boleh main-main itu dengan janji, patriot Indonesia pembela ideologi negara yang bertanggungjawab dan tidak pernah menyerah. Itu tidak boleh dimain-mainkan gitu. Kita harapkan mereka kembali,” imbuhnya.

Untuk para anggota TNI yang bermasalah tersebut, Ryamizard belum merinci tindakan apa yang akan diambil. Namun ia mengimbau, agar semuanya kembali kepada sumpah setia seorang tentara.

“Ya kembali lagi pada sumpah prajurit, sumpah kepada Tuhan, janji kepada bangsa kepada negara kesatuan republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila. itu kan pemersatu, Pancasila itu. kalau Pancasila ya sudah bubar negara pasti bubar,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: