21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Meneropong Belajar Mengajar Di SMP 7 Baubau, “Jadi Tauladan di Indonesia”

Dewasa ini, dunia Pendidikan di Indonesia, jadi perbicangan serius oleh pendiri bangsa. Pasalnya. Pendidikan merupakan titik awal terbangunnya Sumber Daya Manusia (SDM), dan suksesnya kemajuan diberbagi bidang pembangunan.

Menyinggung hal itu, selayaknya menjadi barometer SMP Negeri 7 Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Bagaimana kisahnya SMP ini, hingga dijadikan “Patron dan barometer…?”.

Laporan : Gino Samsudin Mirsab.

Kehadiran pendidikan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap perkembangan dan kemanjuan bangsa ini. Untuk itu, sekolah itu menjadi ruang proses belajar-mengajar, guna mengemban Visi-Misi kemandirian bangsa. Demikian dikatakan kepala sekolah SMP Neg 7 Baubau, Ny Sariyani SPd di Baubau Kamis, (11/1/2018) lalu.

Menurutnya, proses belajar mengajar di SMP 7, memiliki Visi-Misi yang berbeda dengan sekolah lainnya.  Jargon  Visi SMP itu, adalah, Terciptanya SMP Yang Berkualitas, Sesuai Dengan Minat Dan Bakat Berdasarkan pada Agama dan Budaya. Jargon ini jadi patron motivasi pemicu terciptanya kualitas siswanya di sekolah.

“Kami tetapkan Misi sekolah ini, karena letaknya di jantung Keraton Kesultanan Buton. Semboyan para pengajar di SMP 7 Baubau, mengutamakan agama dan budaya”, tutunya.

Perkembangan pendidikan sepatutnya pemerintah menyiapkan fasilitas sarana prasarana, buku-buku agama dan kebudayaan, karena tidak menutup kemungkinan salah satu siswanya ada yang bersekolah di luar negeri pertukaran pelajar misalnya.

“Di Era Globalisasi dewasa ini, sebagai pembimbing tenaga pengajar siswa disekolah, harus siap dan mampu mempunyai memberikan bekal agama dan budaya kepada seluruh siswa”, katanya.

Menyinggung tentang Misi, SMP Negeri 7 Baubau, ada 5 (Lima) yakni; Pertama. Menyelenggara Kegiatan Proses Belajar Mengajar (KPBM), efektif efesien. Kedua. Mengembang bahan ajar yang ada, untuk mencapai tujuan. Ketiga. Melakukan pembinaan peserta didik melalui program ekstra kurikuler.

Keempat. Menyelenggarakan penilaian atau pemantauan terhadap kemajuan proses belajar siswa, dan menerapkan budi pekerti dalam pembinaan moral. Kelima. Menumbuh kembangkan minat baca tulis Alqur’an dan aksar Wolio.

“Saya sosialisasikan Misi sekolah ini dilingkungan sekolah. Tujuannya, agar tercipta proses belajar mengajar yang komprehensif. Demikian pula pengetahuan agama dan budaya, itu ditanamkan dini, baik masuk maupun akan pulang siswa dari sekolah”, ujarnya.

Ny Sariyani mengungkapkan, siswa peserta didik di SMP Neg. 7, berjumlah 229 orang, siswa 113 orang, dan siswi berjumlah 116 orang. Tenaga pengajar Guru tetap pegawai negeri sipil (PNS) 18 orang, dan pegawai tidak tetap (PTT) 3 orang jumlahnya.

Sebagaimana amanah kepala dinas pendidik Baubau, strategi dan program proses belajar mengajar, merupakan tanggung jawab guru-guru bidang studinya. Sebagai kepala sekolah, tidak kalah besarnya tanggung jawab, karena bilamana guru bidang studi berhalangan, kepala sekolah yang menggantikan.

“Amanah Kadis, kemandirian jadi kunci sukses. Terutama mengembangkan kualitas siswa,harus banyak ide-ide brilian, terutama didalam menjelasan mata pelajaran”, ujarnya sembari diamini guru lainnya.

Mengakhiri paparan Ny Sariyani, berharap adanya bantuan sarana dan fasilitas, alat peraga dan buku-buku agama, serta budaya lokal, guna suksesnya pendidikan di SMP Negeri 7 Baubau.

Menyinggung tentang kendala yang dilewatinya, disekolah itu, kurangnya alat peraga. Dalam meningkatkan kualitas, karena tidak cukup hanya dengan kata-kata, melainkan dengan alat peraga.

Meskipun begitu, seorang pengajar “suka atau tidak”, dituntut mampu menyesuaikan kurikulum skala nasional, seiring dengan kemajuan dan perkembangan pendidikan dewasa ini.

“Saya berharap peserta didik, dapat mengemban kemandirian, tantangan akan terlewati, bilamana di Agama dan budaya, dijadikan sebagai patron dalam menggapai mimpi dan cita-cita kita bersama”, ungkap Sariyani mengakhiri komentarnya. (*****).

%d blogger menyukai ini: