9 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Moeldoko Beri Kode Soal Orang Belakang Kivlan Zen, Wiranto Bakal ‘Bungkam’ yang Tudingnya Rekayasa

Berita ini diberdayakan untuk tribunnews.com


Kolase Tribun Jabar (Tribunnews), Moeldoko beri kode akan diungkap orang belakang Kivlan Zen, Wiranto bakal ‘bungkam’ yang menudingnya rekayasa kerusuhan 22 Mei.

TRIBUNJABAR.ID – Buntut kerusuhan aksi 21 dan 22 Mei 2019 menyeret nama Kivlan Zen.

Kivlan Zen diduga terlibat dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal dan rencana pembunuhan empat jenderal dan seorang pemimpin lembaga survei.

Mereka adalah Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, staf khusus Presiden Gories Mere, dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Berdasarkan pengakuan tiga pelaku yang videonya diputarkan polisi, Kivlan Zen disebut ada di balik aksi mereka.

Tak menutup kemungkinan, bisa jadi ada orang lagi di belakang Kivlan Zen terkait dugaan kasus tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Ia menyebut, bisa jadi ada aktor intelektual di atas Kivlan Zen.

“Bisa ada, gimana nanti hasil investigasi berikutnya,” katanya saat menjawab pertanyaan awak media dalam video Kompas TV.


Moeldoko (Tribun Jabar/Theofilus Richard)

Kemudian, Moeldoko mengaku, sebenarnya yang sudah diungkap polisi itu belum sampai ke pengungkapan dalang kerusuhan aksi 21 dan 22 Mei.

Polisi disebut baru membongkar asal usul senjata yang dipakai pelaku.

“Jadi kemarin belum ke dalang kerusuhan. Kemarin lebih mengungkap asal usul senjata dan mau dipakai apa senjata itu,” ujarnya.

Ia menyebut, selanjutnya polisi akan mengungkap dalang sebenarnya yang ada di balik kerusuhan di Jakarta.

“Selanjutnya nanti akan maju lagi, siapa sih sesungguhnya yang berada di balik ini semua,” kata Moeldoko.

Namun, polisi disebut masih membutuhkan waktu agak lama untuk bisa mengungkapkannya kepada publik.

“Nanti akan ketahuan siapa sesungguhnya, nanti ini masih proses agak makan waktu,” ujarnya.

Tak hanya Moeldoko, Menkopolhukam Wiranto pun memastikan akan mengungkap semua hasil penyidikan dan penyelidikan polisi terkait kerusuhan tersebut.

Hal ini dilakukan untuk ‘membungkam’ beragam investigasi liar yang menyebarkan skenario macam-macam di masyarakat.


Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhumkam) Wiranto (Tribunnews.com/Rina Ayu)

Termasuk tudingan rekayasa terhadap pemerintah terkait tersangka kerusuhan di Jakarta.

Wiranto menyebut, pengungkapan kasus tersebut secara terbuka agar publik tak termakan hoaks atau spekulasi tertentu yang bertebaran.

“Kami akan membuka seluas-luasnya hasil penyidikan dan penyelidikan oleh Polri. Akan dibuka ke masyarakat supaya masyarakat paham dan juga bisa mereduksi berbagai spekulasi, hoaks-hoaks yang melakukan investigasi liar yang kemudian banyak sekali skenario yang muncul di publik,” ujar Wiranto.

Ia menyebut, penjelasan dari pihak kepolisian akan menerangkan kasus tersebut secara jelas.

Ada tiga hal yang disebut Wiranto perlu dipahami, yakni kerusuhan 21 dan 22 Mei, senjata ilegal milik Soenarko, dan senjata terkait rencana pembunuhan empat jenderal dan seorang pimpinan lembaga survei.

“Setidaknya tiga hal jadi jelas masalah kerusuhan 21-22, masalah senjata ilegal yang dikuasai dan dimiliki saudara Soenarko, lalu adanya satu senjata berkaitan rencana pembunuhan lima tokoh,” katanya.

Pengakuan Pelaku Soal Kivlan Zen

Video pengakuan IR, salah satu pelaku kepemilikan senjata api ilegal ditayangkan pada konferensi pers Mabes Polri di Kemenkopolhukam, Selasa (11/6/2019).

Dalam tayangan siaran langsung Kompas TV, IR mengaku diminta bertemu Kivlan Zen yang kini berstatus tersangka kasus dugaan makar.

Pada 19 April, dua hari dari setelah Pemilu 2019, IR ditelepon oleh Armi, sopir atau pengawal Kivlan Zen.

IR diminta untuk bertemu Kivlan Zen di Masjid Pondok Indah.

Ketika ditelepon oleh Armi, IR tengah bersama temannya, Yusuf.

Keesokannya, IR dan Yusuf pergi menemui Kivlan Zen di tempat yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Mereka bernagkat menggunakan mobil Yusuf menuju Pondok Indah sekitar pukul 13.00.

Ketika IR dan Yusuf sampai di lokasi, baik Kivlan Zen dan Armi belum datang.

Kemudian Armi datang mengendarai motor.

Mereka minum kopi dan makan selagi menunggu Kivlan Zen.

Tak lama, Kivlan Zen datang bersama Eka yang merupakan sopirnya,

Di lokasi tersebut, IR diminta menemui Kivlan Zen yang sendirian di mobil.

IR diminta mencari alamat rumah dari pemimpin salah satu lembaga survei.

“Kemudian Kivlan Zen mengeluarkan ponsel, menunjukkan alat serta foto salah satu petinggi lembaga survei,” katanya.

Setelah itu, IR diminta mendatangi alamat tersebut dan mengambil foto serta video rumah tersebut.

“Kivlan Zen berkata kepada saya coba kamu cek alamat ini nanti kamu foto dan video. ‘Siap’ saya bilang,” terangnya.

Untuk melakukan pekerjaan itu, IR dibayar Rp 5 juta.


Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen (KOMPAS.com/Devina Halim)

Uang tersebut disebut sebagai biaya operasioal.

“Lalu berliau berkata lagi, nanti kamu saya kasih uang operasional Rp 5 juta. Cukuplah untuk bensin makan dan uang kendaraan,” ucapnya.

Kemudian Kivlan Zen, kata IR, mengiming-imingi hadiah lainnya.

Bila IR berhasil mengeksekusi maka anak dan istrinya akan diberikan hadiah liburan kemanapun yang diinginkan.

“Lalu saya diminta keluar dari mobil, kemudian beliau meminta Eka untuk mengeluarkan uang operasional Rp 5 juta. Setelah kita (IR dan Yusuf) menerima uang tersebut saya pulang. Armi pun pulang.”

Keesokan harinya, IR dan Yusuf langsung survei ke lokasi yang diperintahkan Kivlan Zen.

Mereka berangkat sekitar pukul 12.00 menaiki mobil Yusuf.

Sesampai di lokasi, IR dan Yusuf memfoto dan mengambil video rumah tersebut menggunakan ponsel Yusuf.

Kemudian foto dan video itu dikirim ke ponsel IR dan IR meneruskan foto itu ke Armi.

“Tapi Armi tidak pernah menjawab lagi,” katanya.

Setelah itu kami pulang, mereka mengira tugas sudah selesai dan sisa uang Rp 5 juta itu dibagi dua.

“Uang sisanya itu kami bagi-bagi setelah itu kami pulang ke rumah masing-masing. Tanggal 19 Mei sekitar 20.00 saya ditangkap polisi,” kata IR.

Penulis : Widia Lestari
Editor : taufik ismail
Sumber : Tribun Jabar

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Moeldoko Beri Kode Soal Orang Belakang Kivlan Zen, Wiranto Bakal ‘Bungkam’ yang Tudingnya Rekayasa, https://jabar.tribunnews.com/2019/06/12/moeldoko-beri-kode-soal-orang-belakang-kivlan-zen-wiranto-bakal-bungkam-yang-tudingnya-rekayasa?page=all.
Penulis: Widia Lestari
Editor: taufik ismail

%d blogger menyukai ini: