25 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pengakuan Bawahan Soenarko yang Selundupkan Senpi Ilegal untuk 22 Mei

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh : Wisnu Prasetiyo


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Salah satu tersangka terkait kepemilikan senjata ilegal yang melibatkan eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, Hariyansyah, membuat pengakuan. Ia merupakan eks driver sekaligus pengawal Soenarko.

Hariyansyah menjelaskan saat ia berkoordinasi dengan seseorang yang mengurusi pengiriman senpi ilegal dari Aceh bernama Beni. Senjata itu menurut keterangan polisi merupakan sitaan dari anggota Gerakan Aceh Merdeka.

“Kenapa lama sekali nggak dikirim? Yaudah pak saya cari ke luar. Di tanggal 15 Mei melalui Bandara Sultan Iskandar Muda dikirim. Tanggal 14 saya hubungi Beni minta dikirim lagi ke Bapak (Soenarko),” ungkap Hariyansyah dalam sebuah video yang diputar di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6).

“Tanggal 15 Beni kasih ke saya, bang senjata sudah dikirim. Jam 3 sore . Oke saya akan laporkan bapak kita akan jumpa di mana. Saya ketemu jam 2 sama dia di Simpang Surabaya untuk bersama-sama ke airport,” sambungnya.

Sementara itu menurut keterangan Dirtippidum Polri Kombes Dedi Hartadi setelah senjata yang bersertifikat palsu dikirim ke Jakarta. Senjata itu dibawa oleh Hariansyah dan satu tersangka lainnya berinsial SA.

“Saat itu juga oleh BAIS keduanya diamankan dan interogasi serahkan ke POM TNI. Karena hasil pemeriksaan POM TNI para pelaku ada anggota, ada sipil, maka dikirimkan ke Kapolri dan Bareskrim untuk tindak lanjut penyidikan,” jelas Dedi.

Dedi menegakan senjata api ilegal tersebut masih aktif dan berbahaya apabila disalahgunakan.

“Pucuk senjata api tersebut laras panjang menyerupai M4 kabin dan dapat berfungsi baik dan pdt ditembakkan. bahwa ini senjata api aktif dan dapat membinasakan,” tutup dia.

%d blogger menyukai ini: