29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menyimak Sisi Positif Wali Kota CUP II, Meskipun Ditutup, Kesannya Berbekas Di Masyarat

Meskipun Turnamen Footsal Wali Kota Cup II sudah berakhir dan ditutup, namun masih saja berbekas dikalangan pemain Footsal.

Hal dikatan, karena dimana sudut kota terlihat cukup ramai warga melakukan latihan bersama. Menandakkan Footsal sudah memasuki sendi-sendi olah raga di masyarakat.

Bagaimana kisahnya.

Laporan: Nur Afni Talo-Talo. 

Suksesnya penyelenggaraan Open Turnamen Footsal Wali Kota CUP II ini, di Kota Baubau, merupakan harapan baru semua club-club. Hal ini yang membanggakan adalah club yang belum sempat menjadi juara, upayanya terus meningkatkan prestasinya. Demikian pula yang juara I, II, III, dan IV, agar dapat mempertahankannya.

Demikian dikatakan Wali Kota Baubau DR AS Tamrin MSi, dalam sambutannya pada acara penutupan Footsal Wali Kota Cup di Lapangan parkiran Pasar Wameo Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara pada Minggu (7/1/2018) lalu.

Pertandingan Footsal yang telah diselenggarakan selama kurun waktu 2 bulan ini, hendaknya semua club dapat menjalin silahturahmi sesama pemainnya dan jalinlah persatuan dengan baik.

Dalam olahraga itu, ada yang menang dan ada pula yang kalah, itu biasa saja dalam permainan karena bola itu bundar. Demikian pula sportivitasnya dalam permainan, kegigihan mempertahan agar tidak kalah itu, bukan perjuangan yang mudah. Dan semua tim tidak ada yang menghendaki untuk kalah.

“Pertandingan footsal ini, harapannya semua club, dapat meningkatkan kemampuan dan menjalin hubungan dengan baik, sesama pemain Footsal, karena menang dan kalah itu biasa. Namun persahabatan diantara pemain itu wujud suksesnya pembinaan olah raga”, tuturnya.

Selanjutnya AS Tamrin mengingatkan kehadiran olah raga Footsal dikota Baubau, ditahun mendatang akan lebih ditingkatkan lagi, bahkan lapangannya akan diusahakan, namun usaha itu tidak cukup bilamana tanpa perjuangan.

Kedepan tambah AS Tamrin, dalam kompetisi turnamen dihari esok juga aka nada batasan-batasan seperti klasifikasi umur, juga akan diprogramkan. Hal ini sudah disampaikan kepada Dinas pemuda dan Olah raga, secepatnya dibuat perencanaanya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada sang juara I, II, III, dan IV. Demikian pula bagi yang belum menggapai juara, masih banyak kesempatan dihari esok. Demikian pula ucapan terima kasih kepada Kapolres, dan Dandim atas semua partisipasinya dalam menjaga keamanan selama pertandingan ini berlangsung”, katanya.

Ketua panitia penyelenggara Asaad Adi Karim, dihubungi secara terpisah mejelaskan, Juara I dalam Footsal pada Turnamen Wali Kota Baubau CUP II di tahun 2018 ini, adalah Club Stand Cahaya Syukur, dengan hadiah total sebesar Rp 14 Juta. Juara II Club Harapan Jaya total hadiah Rp 9 juta, Juara III dengan total hadia 7 Juta, dan juara IV total hadianya Rp 5 Juta.

“Juara I hadianya Rp 14 Juta, II sebesar Rp 9 Juta, III sebesar Rp 7 Juta, dan Juara IV sebesar Rp 5 juta. Saya mengharapkan semua Club yang telah juara, dapat mempertahankan prestasinya. Di Turnamen berikutnya akan semakin besar tantangannya”, katanya.

Pengamat olah raga Footsal Drs Arman menyebutkan, prestasi club-club yang mengikuti Wali Kota Cup II ini, dibanggakannya karena teknik permainannya, menyamai prestasi nasional dan Internasional. Artinya, selain bermental juara, tenik dalam membagi bola cukup diandalkan.

“Saya melihat pemain Footsal di Kota Baubau ini, dapat diandalkan prestasinya. Selain bermental baik juga teknik membagi bola sama dengan pemain nasional”, katanya.

Menyinggung tentang prestasi para pemain Footsal kota Baubau, aka nada beberapa yang akan dkiundang untuk mengikut TC di Kendari. Hal ini, semoga para pemain yang terpilih itu, dapat siap untuk berangkat ke Kendari. Hal ini dikatakannya, bagi yang lolos TC, bisa jadi akan mewakili Sultra dimasa mendatang.

“Saya telah memilih beberapa orang pemain Footsal Kota Baubau, dalam rangka pencarian pemain seluruh daerah kita ajak untuk mengikuti TC. Bagi yang lolos akan mengikuti latihan dan sekaligus mewakili tim Footsal Sultra”, ungka;pnya. (*****).

%d blogger menyukai ini: