29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Sisi Manfaat Wali Kota CUP II, Olah Raga Footsal Bermasyarakat Di Baubau

Baubau-Timurmerdeka.com. Open Turnamen Footsal Wali Kota CUP II di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan suatu prestasi bagi kemajuan olah raga di Kota Baubau.

Selain itu, masyarakat mengucapkan tahniah, juga tak sedikit warga kota mengucapkan terima kasih pada Wali Kota AS Tamrin. Demikian dikatakan Kinipulu Lembaga Adat Kesultanan Buton DR (HC) LM Syarif pada media ini, ketika ditanyai sisi mamfaat Footsal di Baubau Selasa (9/1/2018).

Menurutnya, Turnamen Footsal Wali Kota CUP II, belum lama ini, sepatutnya menjadi kalender iven Kota Baubau. Kedepan bukan saja masyarakat Kota Baubau yang turut berlaga dalam turnamen itu, melainkan juga peserta datangnya dari penjuruh di Indonesia. Bukankah wilayah Kesultanan Buton itu cukup luas dimasa lampau…?.

LM Syarif menjelaskan kedepan olah raga, hendaknya dirangkaikan dengan acara adat. Pasalnya. Baubau, adalah pusat lembaga adat Kesultanan Buton. Sehingga diharapkan peserta turnamen footsal dari berbagai Kota dimasa mendatang.

“Turnamen footsal, memang diutamakan sportivitas, namun bilamana dibarengi dengan gelaran adat budaya, tentu memiliki manfaat ganda, nilai tambah, terutama pengetahuan adat istiadat Buton”, ujarnya.

Kinipulu (pejabat Lembaga Adat Kesultanan Buton), menjelaskan, panitia penyelenggara Footsal Wali kota Cup III kedepan, agar dapat menghubunginya. Karena olah raga itu, selain spotivitas yang menjadi kunci suksesnya kemenangan tim, juga tatanan dalam aturan itu, berkaitan erat dengan adat istiadat dan budaya.

Patut pula disyukuri antosiasme penonton Footsal, dan akan sangat berkesan bilamana disisi lapangan, ada gelaran adat budaya. Itu akan menambah semaraknya turnamen. Secara otomatis para pemain dan penoton, sekaligus mengenal budaya dan adat budaya Kesultanan Buton.

“Saya ucapkan terima kasih pada Wali Kota AS Tamrin dan seluruh panitia olahraga Footsal. Sebagai Kinipulu, sangat bangga adanya turnamen Open Wali Kota Cup II itu. Dihari depan Turnamen itu bisa menggandeng dengan pameran kreatif warga lokal, seperti handy craft lainnya berhubungan dengan nilai tambah ekonomi”, usulnya.

Yusuf  pengamat olah raga Footsal di Provinsi Sultra menyebutkan,benar usulan Kinipulu dari Lembaga Adat Kesultanan Buton itu, prestasi pemain footsal yang dibawah pulang hanyalah pengetahuan di olah raga, namun kalau dibarengi dengan pameran adat budaya, dua sisi keuntungan.

“Saya kagum usulan Kinipulu, pemain Footsal bukan saja prestasinya, melainkan juga akan mendapat pengetahuan adat istiadat dan budaya. Artinya peserta dan penonton mendapat dua sisi keuntungan”, katanya.

Pengamat ekonomi Kota Baubau, Drs LaOde Bel’abeto, pernah mengatakan, Olah raga merupakan dua sisi keutungan. Pemain prestasi dan kesehatan yang prima, demikian pula ekonomi didapatkan. Implikasinya juga terhadap pemuda-pemuda yang memiliki bakat alam, disini akan terukur, dengan daerah lainnya.

“Olah raga itu, merupakan dua sisi mata uang. Artinya, satu sisi mendapatkan prestasi dan ekonomi, kesehatan dan dipastikan terjamin. Pemuda kita akan terlihat yang memiliki bakat alam”, paparnya.

Menyikapi usul Kinipulu, memang itu ide yang brilian, kedepan diharapkan Wali Kotanya masih AS Tamrin, karena dia sebagai pencetusnya. Kota Baubau daerah pelabuhan, perputaran ekonomi, sangat baik, apalagi dibarengi dengan olah raga dan juga disertakan dengan adat istiadat dan budaya.

“Perputaran ekonomi itu, harus dibarengi dengan adat istiadat dan budaya. Olah raga, ekonomi dan budaya dan adat istiadat, merupakan kesatuan yang patut digalakkan”, ungkapnya. (Gin/Nur).

%d blogger menyukai ini: