26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mengintip Suka Dukanya Pembenahan Lampu Jalan di Kota Baubau

Existensi Dinas perhubungan Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), belakangan ini, teruji di tahun 2017 lalu. Pasalnya. Selain Lampu Penerangan Jalan (LPJ) yang padam. Mengintip kondisi itu, ditemukan Tim LPJ itu, sengaja dirusak dan diperteli oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bagaimana kisahnya.

Laporan Ketua Tim Timurmerdeka.com : Gino Samsudin.

Banyaknya lampu jalan yang padam di Kota Baubau, Provinsi Sultra, disinyalir ada oknum yang bandel dengan sengaja merusaknya. Dari hasil pemeriksaan dilapangan ditemukan, semua lampu jalan yang rusak itu, selain kacanya pecah juga balonnyapun turut pecah.

Sesuai data analisa LPJ itu, ditemukan adanya benda keras yang berbenturan secara keras di permukaan kaca luar termasuk balon lampunya turut pecah. Karena itu pihak Dinas perhubungan yang membidanginya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

Melihat bukti-bukti tersebut, diminta oknum yang tak bertanggung jawab itu, untuk tidak mengulangi perbuatannya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau DR Roni Mukhtar kepada media ini di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Baubau hari Minggu (7/1/2018).

Oknum-oknum yang nakal sesuai analisanya, pecahnya kaca pengaman balon LPJ itu, adalah tampak usilan saja. Namun, begitu terlihat seluruh skrup atau baut tiang lampunya sengaja dibuka, meyakinkan adanya sabotase. Kalau dibuka dengan tangan telanjang tak mungkin, kecuali menggunakan peralatan lain.

Akibatnya, beberapa tiang LPJ tumbang, seperti yang terlihat di Kota Mara maupun di dekat simpang jalan menju RSUD Palagi Mata. Ironinya, tumbangnya tiang LPJ itu, terjadi ditengah malam, sehingga mengganggu kenyamanan warga disekitar itu.

Demikian pula pihak PLN terpaksa, harus bekerja ditengah malam, meskipun itu resiko tugas. Bersyukur tidak mengenai warga yang sedang melintas, atau yang berada di sekitar itu. Padahal aliran listriknya tenggangan tinggi (High Voltase).

Petugas Dinas perhubungan yang membidangi hal itu, jangankan ada laporan dari masyarakat, setiap sore, semua anggota yang bertugas sesuai jadwal jaganya, melakukan pengecekkan sekali gus menghidupkan LPJ setiap sore menjelang malam.

Meskipun begitu pihaknya terus melakukan perbaikan, tanpa mengenal waktu. Dalam hal ini, pihaknya hanya bisa menghimbau, mengatasi hal ini, adalah dibutuhkan kesriusan kearifan lokal, semua masyarakat, guna menjaga, melindungi, dan merawat LPJ itu.

“Saya berharap semua elemen masyarakat, bersama-sama menjaga, melindungi, dan merawat LPJ itu. Karena LPJ itu. Himbaun kami bukan saja LPJ yang harus dilindungi bersama, melainkan juga fasilitas umum lainnya”, ujarnya.

Dikatakan Roni sapaan akrab Kadis Perhubungan Kota Baubau. Fasilitas LPJ sesungguhnya sudah cukup lama, belum di rehabilitasi secara total, tetapi sering petugasnya melakukan perbaikkan bilamana terbilang rusak.

Sehingga yang patut diutamakan, bagaimana dijaga secara kearifan lokal, diamankan karena LPJ dan fasilitas umum itu, adalah kepentingan seluruh elemen di kota ini, tanpa terkecuali.

Kondisi adanya kerusakan fasilitas umum yang dialami di Kota Baubau itu, bukan saja LPJ, melainkan juga rambu-rambu dan markah jalan. Seperti cermin keamanan untuk keselamatan ketika berkendara didua arah sisi mata jalan. Alat atau cermin itu, banyak yang sudah dipecahkan.

“Kita patut menyesalkan rusaknya LPJ dan rambu jalan itu. Petugas kami, perbaikan berupa mengganti balonnya tidak baru sekali dua kali. Satu-satunya solusi adalah kearifan local kita semua”, imbau Roni menyesalkan.

Melihat kondisi tersebut, meminta kearifan lokal, untuk menjaga dan perbaikkannya akan terus diupayakan. Hal ini membutuhkan waktu dan adanya kesabaran, karena anggaran perbaikkan itu, bukan sedikit jumlahnya.

Untuk merealisasikan anggaran perbaikan sesuai aturan main, harus diajukan kepada PPKAD, kemudian disetuji pihak banggar di legislatif. Kemudian bagaimana pertanggung jawabannya secara adminitrasi, pada LPJ yang telah rusak itu.

“Saya mengharpakan rentan waktu tidak terlalu lama ini, akan dilakukan perbaikkan LPJ, dengan banyaknya yang rusak, harus dibuatkan ajuan anggaran ke DPRD, guna suksesnya percepatan pencairan dananya. Demikian halnya pertanggung jawaban adminitrasi juga harus mantap, supaya tidak menjadi temuan”, urainya.

Menyinggung tentang tudingan Preseden buruk bagi Wali Kota AS Tamrin dan Wakilnya Ma’asra, sesungguhnya itu terlalu jauh masuk kerana Politik. Pasalnya, staf-stafnya selama ini, tidak ada yang memliki keinginan untuk merusak LPJ dan fasilitas umum itu. Yang pasti dijaga, dilindungi, dan perbaikan oleh jajarannya terus diupayakan.

“Oknum perusak, sudah cukup lama di kejar…, namun sulit, belum ada yang kita ketangkap tangan. Memang kita tidak boleh pasrah saja, karena itu tanggung jawab. Kedepan kami akan memberikan masukkan pada kepolisian. Insya Allah, oknum nakal itu, bisa cepat sadar”, pintanya.

Ny Sumiany, Ny Chanda, dan sejumlah pihak yang dihubunhgi media ini, mengisahkan ucapan terima kasih pada jajaran Dinas Perhubungan Kota Baubau. Termasuk kepada AS Tamrin dan Ma’asra. Karena itu, semua pihak yang berkompeten untuk menyadarinya. Rusaknya fasilitas itu, semua pihak mengalami kerugian termasuk keluarga oknum perusak.

“Saya bersyukur dan berterima kasih pada Pemda Kota Baubau. Meskipun baru rencana perbaikkan. Hapan kami, oknum-oknum perusak itu, Insya Allah bisa segera sadar”, ungkapnya. (*****).

%d blogger menyukai ini: