30 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

China Peringatkan Perusahaan Teknologi AS Pasca Blokir Huawei

Berita ini diberdayakan untuk AFP, CNN Indonesia


Ilustrasi. (REUTERS/Thomas Peter)

Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah China memperingatkan perusahaan teknologi Amerika Serikat mengenai konsekuensi perusahaan jika ‘memotong’ penjualan ke negara Tirai Bambu tersebut.

Dilansir dari AFP, pertemuan yang diadakan pemerintah China tersebut menyusul langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memasukkan Huawei ke daftar hitam perusahaan teknologi. Daftar hitam ini dibuat karena menyangkut masalah keamanan nasional, mengancam ambisi global perusahaan dan meningkatkan pertempuran dagang selama berbulan-bulan antara kedua negara.

The New York Times melaporkan awal pekan ini, pemerintah China memanggil eksekutif dari Dell, Microsoft dan Samsung. Pertemuan dengan tiga perusahaan ini untuk ‘memperingatkan’ ketiganya, bahwa setiap langkah untuk mengurangi bisnis mereka di China dapat mengakibatkan ‘pembalasan’.

Lihat juga: Aplikasi Facebook Tak Lagi Terpasang di Ponsel Huawei Baru

Perusahaan AS diberitahu bahwa langkah pemerintahan Trump untuk memutus perusahaan China dari teknologi AS telah mengganggu rantai pasokan global. Sehingga, perusahaan yang mengikuti kebijakan itu dapat menghadapi konsekuensi permanen.

Perusahaan yang berbasis di luar Amerika Serikat diberitahu bahwa selama mereka mempertahankan bisnis seperti biasa, mereka tidak akan dihukum.

Jumat lalu, Facebook mengumumkan akan memotong Huawei dari aplikasi jejaring sosial populernya untuk mematuhi sanksi AS. Aksi ini akan semakin mengisolasi perusahaan yang telah menjadi vendor ponsel pintar terbesar kedua di dunia.

Lihat juga: Huawei Bakal Bangun Jaringan 5G di Rusia

Sebelumnya, Google membuat pengumuman serupa di bulan Mei. Washington dan Beijing memulai kembali pertempuran dagang mereka bulan lalu ketika negosiasi di AS berakhir tanpa kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif barang-barang China senilai US$200 miliar. Beijing membalas dengan kenaikan tarifnya sendiri atas barang-barang AS yang bernilai miliaran dolar. (age)

%d blogger menyukai ini: