23 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

AS Tamrin Minta Kearifan Lokal, Guna Kota Baubau “Terang”

Baubau-Timurmerdeka.com. Melihat kondisi banyaknya padam lampu-lampu penerangan jalan, sudah sepantasnya harus diatasi, dengan arif dan bijaksana. Karena hal ini merupakan kepentingan kita bersama. Demikian dikatakan Wali kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) DR Drs AS Tamrin MSi, dirumah jabatan pada hari Minggu (7/1/2018).

Menurutnya, banyaknya padam lampu penerangan jalan di Kota Baubau, sesungguhnya bukan karena panasnya situasi politik belakangan ini, melainkan sudah cukup tua usianya.

Namun bisa jadi, juga ada unsur kesengajaan,  tetapi kelakuan itu, merupakan kenakalan remaja saja.

“Saya mendengar dari laporan staf, memang banyak lampu jalan yang telah padam dan rusak, dan akan diperbaiki dalam waktu dekat ini”, tuturnya.

AS Tamrin menambahkan, banyaknya yang rusak lampu penerangan jalan itu, sudah dimintai keterangan petugas yang membidanginya. Namun hal ini perlu sedikit menungguh karena sedang diurus untuk dibenahi semua lampu-lampu jalan termasuk lampu taman kota.

“saya telah memanggil petugasnya agar segera membenahinya. Harapannya dalam waktu dekat ini akan diperbaiki”, ujarnya.

Situasi Kota Baubau memang patut dikasi terang benderang, karena pergerakkan ekonomi didalam kota ini, cukup masih.

Selain para pedagang di pantai kamali, dan sekitarnya, juga kota baubau ini, merupakan daerah kepelabuhanan.

Otomatis pergerakkan ekonomi meskipun malam itu cukup lancer. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak dihidupkan lampu seterang-terangnya.

“Pergerakkan ekonomi di Kota Baubau, bukan saja disiang hari melainkan juga dimalam hari. Karena daerah ini merupakan sentra dari 6 kabupaten bota di luar wilayah provinsi sultra”, ujarnya.

Menyikapi tentang Ibu-ibu yang resah pulang dikala malam hari, memang itu beralasan karena kalau gelap, pandang terbatas. Untuk itu, dengan dilakukan rapat khusus tentang hal ini, Insyah Allah dalam waktu dekat ini akan teratasi.

Sementara itu, salah satu pejabat yang kebetulan disamping Walikota, menyebutkan lampu penerangan jalan itu, ada batas waktunya sudah harus dibenahi. Karena itu, padam dan hidupnya lampu itu, banyak padam karena sudah waktunya.

Akan tetapi terkadang ada juga anak-anak usil, dengan melempar, atau banyak cara untuk merusak itu yang bagus. Harapannya semua warga kota baubau, memaklumi. Jangan karena lampu jalan menjadikan preseden buruk bagi Wali Kota dan Wakilnya, itu tidak adil, ujarnya. (Gin).

%d blogger menyukai ini: