25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Wakil ketua DPD PAN Kota Baubau, Gauli Nelayan

Baubau-Timurmerdeka.com. Kehadiran ikan-ikan tergolong klasifikasi internasional seperti ikan tuna, hasil tangkapan nelayan di Kota Baubau ini, membuat kita bangga. Pasalnya. Hasil tangkapan nelayan, ikannya dapat diekspor hingga kebanyak negara di dunia.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPD PAN Kota Baubau H Zaeru ketika ditemui dikampung nelayan di Kota Baubau pada Minggu (7/1/2018).

Menurutnya, nelayan Kota Baubau sepatutnya dihargai semua kalangan. Karena selain para nelayan membawakan kita ikan-ikan segar, juga dalam mengarungi ganasnya ombak dilautan sepatutnya kita apreseasi.

Dalam perbincangan dengan nelayan di kampung nelayan tersebut, terungkap beberapa hal yang penting dianataranya, koondisi keluarga nelayan yang ditinggal berlayar banyak yang memprihatinkan.

“Nelayan Kota Baubau ini, ternyata tidak gampang mereka dapatkan ikan yang segar-segar seperti yang kita lihat dipasar. Sebagai wakil partai PAN mengucapkan apreseasi pada nelayan atas perjuangannya mendapatkan ikan”, katanya,

H Zaeru juga menggambarkan, nelayan yang jumlahnya ratusan orang ini, kedepan disarankan pemerintah kota baubau, untuk memberikan bantuan tambahan fasilitas berupa kapal-kapal nelayan yang tangguh.

Selain itu bagi keluarganya yang ditinggal dirumah, patut pemerintah memberikan berupa bantuan perumahan nelayan, minimal atap seng.

“Saya sarankan pada pemerintah Kota Baubau, agar nelayan dapat diberikan bantuan kapal body batang yang tangguh, dan mesin kapalnya yang bagus, bukan mesin china. Demikian pula bantuan atap seng”, ujarnya.

Salah satu nelayan, La Suru, mengatakan, nelayan di pulau Buton ini, bukan saja melautnya diperairan sekitar pulau buton, melainkan melaut hingga ke perairan Maluku, Papua dan disekitaran Kupang. Artinya dimana adanya ikan disitu nelayan mendatanginya.

“Kami nelayan mengikuti arah ikan, dimana ikan itu berada kami menuju kesana, meskipun itu di Papua, Maluku, hingga ke Kupang”, katanya.

Seperti baru-baru ini, di Pulau Wetar, ketika kapalnya tiba disana ikannya sudah menyeberang ke perairan Australia. Artinya, tolong harga ikan tuna di Indonesia ini, diperhatikan, minimal nyaris atau mendekati harga ekspor.

Namun kalau hanya Rp 40 ribu/kg saja, pihak nelayan hanya bisa dapat ikan, untuk para cukong besar saja, kesalnya. (Gin/Nur).

%d blogger menyukai ini: