31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Lampu Penerangan Jalan Padam, “Preseden Buruk” Bagi AS Tamrin-Ma’asra

Baubau-Timurmerdeka.com. Lampu Penerangan Jalan (PPJ), yang tertera direkening listrik setiap pelanggan, jumlahnya cuman sedikit. Namun dikalkulasi seluruh pelanggan Kota Baubau, jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya. Karena itu, sesungguhnya pelanggan tidak keberatan apabila pembayaran bisa sebanding dengan pelayanannya. Namun kalau lampu jalannya banyak padam. Yang terjadi akan dikesalkan. Demikian dikatakan aktivis Nurdin, kepada media ini Jumat (4/1/2018).

Menurut Nurdin, sebagai aktivis membandingkan ketika Baubau dinakhodai Amirul Tamim 2 periode, semua wilayah kota, terang benderang, masyarakat beraktivitas malam hari, tanpa ada keraguan, semua jalan raya terang benderang. Ironinya di Zaman AS Tamrin-Ma’asra, dijalan raya banyak lampunya yang padam, terutama disekitar Palagimata menuju BTN.

“Dizaman Amirul menakhodai 2 periode Kota Baubau, lampu jalan taya terang benderang. Kenapa di zaman AS Tamrin-Ma’asra, kantor Wali Kota Saja gelap, terutama menuju kea rah BTN, itu preseden buruk bagi yang berkuasa”, ujar Nurdin.

Nurdin menjelaskan, petugas atau istansi yang membidangi PPJ, seakan sengaja agar terjadi interprestasi buruk kepada AS Tamrin-Ma’asra. Sepantasnya oknum-oknum itu ditinjau ulang, sebelum timbul interprestasi preseden buruk dimasyarakat. Amirul masyarakat mendukungnya hingga 2 periode, salah satunya terang benderang lampu jalan, ekomoni lancar.

“Saya minta, sebelum menjadi interprestasi buruk, sebaiknya lampu-lampu jalan di benahi atau diperbaiki. Bila perlu petugasnya dicopot”, tegasnya.

Menyinggung tentang PPJ, warga pengguna jasa selama ini tidak keberatan dilakukan pemotongan, namun harus seimbang dengan pelayanannya. Pengguna jasa membayar PPJ, harapannya agar lampu penerangan jalan dibenahi supaya tidak gelap gulita.

“Kami pembayar PPJ, belum banyak yang keberatan. Namun kalau menunggu menjadi banyak. Tentu itu akan menjadi celah dan merusak citra AS Tamrin-Ma’asra”, ujarnya.

Senada dengan itu, Ny Sumiany, warga BTN Arifuddin, lampu penerangan jalan di Zaman Amirul boleh dibilang tidak ada keluhan pengguna (User). Namun dipenghujung kekuasaan AS Taamrin-Ma’asra, kenapa hal ini terus jadi pembiaran, bahkan lampu padam sudah berbulan-bulan tanpa adanya pembenahan.

“Saya menyesalkan oknum petugas, lampu jalan sudah cukup lama kita keluhkan. Kenapa tidak ada tanggapan. Tolong jangan merusak citra baik AS Tamrin-Ma’asra”, ujarnya sembari mengingatkan.

Petugas yang membidangi dihubungi di Kantor Perhubungan Kota Baubau mengaku bernama Romi, belum lama ini, menjelaskan lampu jalan-jalan raya itu, memang banyak yang padam, namun belum bisa diperbaiki, kecuali ada perintah dari atasannya.

“Lampu penerangan jalan raya itu, memang banyak yang padam, namun karena tidak ada perintah dari atasan kami. Kalau ada perintah ya, kita kerja”, ungkap sembari menghindar. (Gin/Idwan).

%d blogger menyukai ini: