24 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Putuskan Pensiun Dini, Perwira Tempur TNI AD Tulis Salam Perpisahan Singgung Komandan Pengecut

Berita ini diberdayakan untuk tribunnews.com


Instagram @sulaiman_hardiman, Mayor Inf Sulaiman Hardiman

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Perwira tempur TNI AD memutuskan pensiun dini sebagai prajurit TNI. Sang Perwira ini sudah mengabdi di Angkatan Darat selama 16 tahun.

Sebelum pensiun, perwira ini pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri Raider Khusus 753/AVT. Sang perwira mengumumkan pensiun dininya di akun Instagramnya.

Pada akun Instagramnya itu, Sang perwira memberi pesan khusus kepada para komandan terutama komandan batalyon (danyon). Sang perwira itu adalah Mayor Inf Sulaiman Hardiman.

Mayor Inf Sulaiman Hardiman menjabat sebagai Kasi Ren Ops Lat Bag Lat Rindam XVII Cenderawasih.

Dilansir Grid.ID dari laman Instagram pribadinya, Mayor Inf Sulaiman tampak berpamitan dari jabatannya sebagai TNI Angkatan Darat.

Mayor Inf Sulaiman mengunggah foto dirinya beserta istri dan anaknya yang bertuliskan kata pamit. Dari kolom keterangan unggahan tersebut juga tampak mengumumkan keputusannya untuk pensiun dini.

“Mohon diri dan pamit kami sekeluarga (Anak laki kami tidak ikut, anak-anak sahabat saya ikut nimbrung)

16 tahun lebih berdinas di angkatan darat, inilah hari terakhir kami berdinas aktif,” tulis @sulaiman_hardiman, Sabtu (1/5/2019).

Selanjutnya Mayor Inf Sulaiman juga mengungkap kenangan dan pengalaman yang luar biasa, namun tidak menjelaskan alasan pensiun dini.

“Pengalaman yang luar biasa bersama saudara-saudara dan sahabat-sahabat terbaik saya tentu banyak memberikan pembelajaran.

Banyak yg bertanya mengapa kami pensiun dini, namun pertanyaan itu tidaklah penting untuk dijawab mengingat struktur berpikir setiap orang berbeda sehingga apa pun pilihan bait untuk menjelaskan hal itu, tidak dapat memuaskan dahaga kepo semua orang.

Rasa hormat kami yang tulus dan terima kasih kepada para saudara-saudaraku, para senior, dan TNI Angkatan Darat,” pungkas @sulaiman_hardiman.

Tak hanya itu, Mayor Inf Sulaiman juga memberikan pesan kepada para Komandan Batalyon. Mayor Inf Sulaiman yang pernah menjabat sebagai Danyonif RK 753/AVT memberikan pesan khusus untuk para Komandan Batalyon.

Pesan untuk para Komandan Batalyon

Jabatan Danyon adalah simbol kehormatan bagi setiap prajuritnya. Satu paket dengan tunggul/bendera batalyon, bedera perang, prestasi, sejarah & tradisi satuan.

Tak berhenti sampai di situ, Mayor Inf Sulaiman juga mengungkap tantangan yang bakal dihadapi pemilik jabatan Danyon.

“Engkau harus siap “dimusuhi” anggotamu karena mereka harus kau latih dgn keras agar tidak terjadi korban sia-sia.

Engkau harus siap “berdebat” dengan atasanmu karena engkau yang lebih tau kondisi prajurit dengan segala kekurangan & kelebihannya. Tidak ada satuan mana pun yang benar-benar ideal & terkadang ada atasan anda yang karena kesibukannya, tdk terlalu paham akan itu.

Dan tentunya engkau harus jagoan karena bila prajuritmu jagoan sejati, dia hanya akan loyal kepada jagoan sesungguhnya.

Singa tidak akan pernah loyal kepada domba, domba yang banyak gaya dan berisik pasti akan dimakan oleh singa,” lanjutnya.


Instagram @sulaiman_hardiman/Pesan untuk para Komandan

Tak cukup sampai di situ, Mayor Inf Sulaiman juga bakal dihadapkan dengan banyak tantangan berupa pelanggaran dan anggaran.

“Tantanganmu

PELANGGARAN

Bila prajurit di dalam wewenang komandomu, maka awasi dengan sebaik-baiknya & jaga kedisiplinannya, bertanggung-jawablah bila mereka melakukan pelanggaran.

Jangan sakit hati saat kamu sudah total namun mereka masih ada yang melanggar, mereka masih belia dan baru lepas dari orang tuanya, bersabarlah…

Bila mereka melanggar tapi diluar wewenang komandomu, JANGAN MAU DIPERSALAHKAN. Jangan membiarkan orang yang tidak ksatria melepaskan tanggung jawabnya.

Di tempat prajuritmu di BPkan, Komandan setempat hanya mau menerima uang Kodal tetapi tidak melaksanakan Kodal dengan baik. Para pengecut itu bisanya cuci tangan & menyalahkan orang lain.

ANGGARAN

Budget anggaran selama 1 tahun kegiatan untuk satuan tempur dengan jumlah prajurit 1.039 orang adalah Rp 3,6 M.

Itu adalah uang yang sangat kecil, dihadapkan pada kehormatan dan martabat keluarga besarmu di kampung sana yang sangat tidak ternilai itu.

Jangan pernah tergoda, Danyon itu gak ngelirik apalagi tergoda ama uang receh.

Bila kamu berpikir uang 3,6 M itu sangat besar dan tergoda untuk “mengakali” nya lalu mengabaikan prajuritmu, KAMU adalah DANYON RECEHAN

Selamat berjuang sahabat-sahabatku, kini nasib para prajurit dan keluarganya berada ditangan kalian. Jadilah DANYON yang TERHORMAT,” pungkasnya. (Grid.ID)

Artikel ini telah dipublikasikan di Grid.ID dengan judul “16 Tahun Bekerja, Anggota TNI Putuskan Pensiun Dini dan Beri Pesan untuk Para Komandan”

Editor : wakos reza gautama
Sumber : Grid.ID

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Putuskan Pensiun Dini, Perwira Tempur TNI AD Tulis Salam Perpisahan Singgung Komandan Pengecut, http://lampung.tribunnews.com/2019/06/02/putuskan-pensiun-dini-perwira-tempur-tni-ad-tulis-salam-perpisahan-singgung-komandan-pengecut?page=all.

Editor: wakos reza gautama

%d blogger menyukai ini: