1 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Perang Dagang AS-Meksiko Meletus, Wall Street ‘Kebakaran’

Berita ini diberdayakan untuk cnbcindonesia.com

Oleh : Roy Franedya


Ekspresi Trader di lantai di New York Stock Exchange (NYSE) di New York City, AS, 12 November 2018. REUTERS / Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (31/5/2019). Penyebabnya, kekhawatiran investor akan dampak dari perang dagang Amerika Serikat dengan Meksiko yang berujung pada resesi.

Kantor berita Reuters melaporkan, Dow Jones Industrial Average anjlok 354,84 poin (1,41%) menjadi 24.815,04. S&P 500 kehilangan 36,8 poin (1,32%) menjadi 2.752,06. Nasdaq Composite turun 114,57 poin (1,51%) menjadi 7.453,15.

Dalam sepekan, Dow Jones anjlok 3,01%, S&P 500 terkoreksi 2,62% dan Nasdaq turun 2,41%. Bagi indeks Dow Jones Industrial ini penurunan mingguan keenam secara beruntun. Penurunan ini juga terpanjang sejak 2011.

Amerika Serikat (AS) akan mengenakan tarif bea masuk impor produk Meksiko sebesar 5% mulai 10 Juni 2019. Secara bertahap tarif tersebut akan naik menjadi 25% hingga masalah imigran gelap yang melintasi Selatan AS dihentikan, ujar Presiden Donald Trump melalui twitternya Kamis malam.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menanggapi hal tersebut dengan mendesak Donald Trump untuk mundur.

“Ini benar-benar menerapkan tarif perdagangan untuk masalah keamanan nasional padahal ini masalah berbeda,” kata Christopher Smart, kepala Institut Investasi Barings di Boston.

“Sekarang negara mana yang tidak rentan terhadap tarif atau masalah keamanan politik, diplomatik atau nasional, sekarang mereka terancam kena tarif untuk selesaikan masalah ini. Jadi, jika Anda seorang investor, ini adalah dunia yang sangat berbeda.”

Sebelumnya, investor mengkhawatirkan memburuknya pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Para investor telah mengalihkan asetnya ke obligasi pemerintah yang membuat saham sektor teknologi dan energi tertekan.(roy/roy)

%d blogger menyukai ini: