31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menelusuri Diusulkannya Tiga Anggota TNI-AL Untuk Mendapat KPLB

Dalam tugas di TNI maupun Polri, selalu kita dengar dan melihat, ada anggota TNI/Polri yang mendapat Kenaikkan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dinaikkan pangkatnya satu (1) tingkat diatasnya karena presatasi membelah kepentingan bangsa dan negara.

Prestasi yang di lakukan 3 anggota TNI-AL menangkap 3 orang illegal loging kayu jati di Sampolawa, sepatutnya mendapat KPLB dari Panglima TNI.

Bagaimana kisah hingga 3 anggota TNI itu, diusulkan KPLB. Berikut kisahnya.

Laporan: Gino Samsudin. (Sampolawa-Busel).  

Dalam penelusuran Tim Timurmerdeka sejak Indonesia merdeka 72 tahun silam, banyak anggota TNI-Polri yang berjasa bagi bangsa dan negara di berikan penghargaan KPLB. Seperti halnya 3 anggota TNI-AL masing-masing; Mayor Marinir Muhtar, Sertu Awi, dan Serda Sumaji, belum lama ini menangkap 3 orang pelaku Illegal loging, selanjutnya diserahkan pada kepolisian setempat.

Dalam kajian media ini, sebagimana dipaparkan pejabat Kesultanan Buton (Kinipulu), DR (HC) La Ode Muhamad Syarif ketiga anggota TNI-AL itu, selayaknya diberikan KPLB. Pasalnya. Ratusan petugas yang bertugas di wilayah lokasi hutan jati yang kini hancur rata dengan tanah, tidak perna didengar ada yang di tangkap atau diproses hukum.

“Selama kurun waktu satu tahun hancurnya hutan jutaan pohon jati Sampolawa, tidak satupun kita dengar ada oknum illegal loging kayu jati yang ditangkap. Padahal jutaan pohon jati sudah rata dengan tanah. Syukur Allah SWT, mengutus 3 anggota TNI-AL, menangkap 3 orang oknum Illegal loging di Sampolawa”, tuturnya.

Syarif sapaan akrab pejabat Kesultanan Buton menegaskan, 24 ribuan lebih luas hutan hutan jati di Sampolawa Kabupaten Buton Selatan (Busel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), saat ini hancur rata dengan tanah. Ironinya, hancurnya jutaan pohon jati itu didepan mata petugas dan pejabat Bupati Busel sebelumnya.

Alkisah, kasus Illegal Logging yang diduga dibekingi oknum petugas itu, meskipun ada keputusan Moratorium lokasi itu jadi Status “Quo”, namun masih saja ada oknum yang melakukan penjarahan.

Bersyukur kepala Allah SWT, hadir 3 anggota Korps TNI-AL masing-masing; Mayor TNI Muhtar, Sertu Awi, dan Serda Sumaji, melakukan penangkapan namun disayangkan hanya 3 oknum pelaku illegal loging asal Dusun Saumulewa Kelurahan Todombulu yang ditemukan. Demikian dikatakan Kinipulu Kesultanan Buton DR (HC) La Ode Muhammad Syarif, kepada media ini di Sampolawa Minggu (31/12-2017).

Menurutnya, 3 anggota korps TNI-AL itu, selayaknya diberikan penghargaan oleh Panglima TNI, karena kepeduliannya terhadap lingkungan dan Illegal Loging. Tujuan diusulkan KPLB itu, tiada lain memberikan contoh kepada petugas lainnya, guna menegakkan hukum tanpa menunggu perintah atasan.

“Naluri TNI ada sama ketiga anggota TNI-AL ini, tanpa menunggu perintah atasan, sontak melakukan tindakkan represif. Hal ini saya nilai sifat juang dalam menegakkan hukum, dan mencegah kerusakkan alam”, tuturnya.

Usulan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) terhadap ke 3 anggota itu, memang sangat layak. Karena selama kurun waktu 1 tahun dijarah hutan jati itu, oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dihadapan oknum petugas dan penguasa wilayah itu. Ironinya, oknum-oknum tersebut, malah bungkam dan enggan membuat tindakan pencegahan.

“Saya mengusulkan KPLB, kepada Panglima TNI itu. Pasalnya. Banyaknya petugas diwilayah itu, mereka malah bungkam dan enggan melakukan tidakkan”, ujar Kinipulu.

Hancurnya jutaan pohon jati Sampolawa dan Batauga, pihak lembaga adat Sampolawa dan Kesultanan Buton, sudah melakukan berbagai upaya, termasuk mengirim surat ke KPK dan Presiden. Namun hingga berita ini diangkat kepermukaan belum juga ada tanggapannya.

Karena itu patut disyukuri 3 anggota TNI, menangkap oknum illegal loging, selanjutnya diserahkan pada pihak Polsek. Harapannya Kapolsek Sampolawa IPtu Pol. Silvanus Solo yang baru saja bertugas 2 bulan di Sampolawa, dapat menegakkan hukum.

LM Syarif mengingatkan, jati Sampolawa yang rata-rata berusia antara 70-an tahun itu, sepatutnya semua pihak tanpa terkecuali, harus menjaganya. Karena selain mengamankan lingkungan juga hutan jati itu, sebagai sumber mata air.

“Hancurnya jutaan Jati Sampolawa Busel, kita miris dan menyesalkan. Jutaan pohon jati kini hancur, tanpa membawa manfaat. Lingkungan hutan hancur, dan mulai terasa saat ini, air kali sudah kering, sementara manusia sudah merasakan panasnya hingga tengah malam”, katanya.

Mayor TNI-AL Muhtar ketika dikomfrimasi menjelaskan, tindakkan penangkapan itu spontan atas naluri TNI. Sebagaimana perintah atasan dan Panglima TNI, seorang prajurit bukan saja menjaga musuh negara datang dari luar, melainkan juga mengawasi menjaga lingkungan Hutan dan Laut.

“Saya dan dua anggotaku, melakukan penangkapan llegal Loging itu, tidak semena-mena, lebih awal kami mintai dokumen, namun karena tanpa miliki dokumen, kami tangkap dan menyerahkan pada Polsek Sampolawa”, ujarnya.

Mengenai barang bukti (BB), satu unit mesin sensor, juga puluhan kubik kayu jati golondongan, yang baru saja ditebang 3 oknum itu. Ketika ditanya 3 oknum TSK, diakui, dan mengaku bernama Ariyanto (40), Usman (40), dan La Bauntu (32) asala dusun Saumulewa Kelurahan Todombulu Kecamatan Sampolawa.

Ketika ditanya 3 TSK, mengaku diperintahkan La Salam, sebagai pemodal dan meminjamkan mesin senso. Ironinya ditengah-tengah diproses oleh TNI-AL, La Salam sebagai Bos oknum TSK, dalam komunikasinya, malah mengancam anggota TNI AL itu. Ungkapan Salam via  telepon, pihak TNI-AL tidak memiliki hak untuk menangkap Illegal Loging.

“Kami malah diancam via telepon oleh oknum pengusaha Jati Salam, bahwa TNI-AL tidak ada hak menangkap Illegal Loging. Saya sampaikan jangan mengancam via telepon, kita ketemu di Polsek. Saya akan datang dipolsek. Namun hingga pukul 23.00 WITA, Salam enggan datang ke Polsek”, ungkap Mayor Muhtar.

Kapolsek Sampolawa dihubungi terpisah, Iptu Silvanus Solo, selain membenarkan adanya penangkapan itu, juga menjelaskan, 3 oknum illegal loging itu sejauh ini, sudah diamankan di Polsek. Dan benar yang menangkap adalah 3 anggota TNI-AL. Adapun barang buktinya 1 unit mesin senso  (pemotong kayu jati).

Mengenai hasil tangkapan TNI-AL yang di Komandoi Mayor Muhtar itu, dalam melakukan penangkapan 3 oknum terduga illegal loging kayu jati, telah diamankan di Kantor Polsek, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, ungkap Iptu Silvanus Solo, mengakhiri komentarnya. (*****).

%d blogger menyukai ini: