4 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mengaku Imam Mahdi, Pria Depok Meminta Maaf dan Menutup Padepokannya

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Mediasi para tokoh agama dan Winardi yang mengaku Imam Mahdi di Kecamatan Sawangan, Depok, Rabu (29/5/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA

DEPOK, KOMPAS.com- Kehebohan warga Kampung Prigi, Sawangan, Kota Depok, dengan adanya seorang pria bernama Winardi, yang mengaku sebagai Imam Mahdi akhirnya selesai sudah.

Melalui musyawarah tokoh agama sekitar yakni, MUI Depok, Nahdlatul Ulama (NU) Depok, dan pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian, Winardi akhirnya bertobat.

Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzzaman mengatakan hasil dari musyawarah atau tabayun (konfirmasi) pihaknya bersama sejumlah ulama terhadap Winardi dan para muridnya disepakati bahwa ajaran dan pengakuan dari Winardi sesat.

Hal tersebut merujuk pada penjelasan Alquran dan hadist Nabi Muhammad SAW yang dituliskan dalam tiga buku yang judulnya khusus berkaitan dengan Imam Mahdi.

“Orang yang tak lagi sesuai dengan ajaran hadis maka ini salah, keliru, dan tidak benar. Maka ini ajaran yang menyimpang. Kami meminta agar Winardi bertaubat dan gelar Imam Mahdi agar ditinggalkan. Dan muridnya dapat meninggalkan karena tak sesuai dengan ajaran,” ucap Dimyati di Kecamatan Sawangan, Rabu (29/5/2019).

Dimayati mengatakan, Winardi telah taubat dan berjanji akan meninggalkan kegiatan lamanya.

“Namun alhamdulillah beliau tadi sudah mengaku tobat dan mengucap dua kalimat syahadat. Saya pertegas bahwa beliau sudah mengucap dengan tegas bahwa beliau bukan Imam Mahdi,” ujar Dimyati.

Dimyati pun melarang adanya aktivitas tertentu baik mingguan atau bulanan di padepokan tersebut.

“Apabila terjadi lagi, maka forum juga akan melakukan sikap selanjutnya pada beliau yang akan dikoordinasikan dengan aparat keamanan,” ucapnya.

Sementara itu, Winardi yang mengaku sebagai Imam Mahdi menyampaikan permohonan maafnya di hadapan warga, sejumlah tokoh ulama, aparat, dan sejumlah pengikutnya yang dihadirkan di kantor Kecamatan Sawangan.

“Saya Winardi. Malam hari ini mengaturkan mohon maaf, khususnya baik ulama atau tokoh agama di Sawangan dan Depok juga masyarakat, apabila merasa resah,” ucap Winardi menunduk.

Ia berjanji, akan menutup padepokan tersebut dan meminta pada para pengikutnya untuk tidak lagi menjadi pengikutnya.

“Mohon maaf bilamana terjadi kesalahan dan ketidakstabilan di masyarakat,” ucapnya.

Ia juga akan mengubah musala rumahnya yang awalnya dicurigai sebagai tempat ritualnya. Sebab bentuk dan warnanya seperti kabah.

“Saya juga akan merubah cat musala rumah saya agar masyarakat tidak salah sangka,” ucapnya.

Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo mengimbau agar warga bisa menahan diri dan tetap menjaga lingkungan yang kondusif khususnya di wilayah Sawangan.

“Jika ada hal-hal yang tidak sesuai silakan laporkan ke kami semua tetap dalam koordinasi kami. Biar nantinya kami yang akan tindak lanjuti,” tuturnya.

Sebelumnya, warga Jalan Haji Komat Dua dihebohkan dengan seseorang bernama Winardi yang mengaku sebagai Imam Mahdi.

Hal tersebut tersebut diketahui warganet setelah viralnya undangan terbuka Keluarga Besar Trisula Weda untuk open house halal bihalal Idul Fitri 1440 H bersama sang pembaharu (Imam Mahdi) di Padepokan Trisula Weda, yang berada di Kampung Prigi Bedahan, Bedahan, Sawangan

Undangan tersebut diunggah di media sosial Instagram @info_depok.

Penulis: Cynthia Lova

Editor: Rachmawati

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: