25 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Ternyata 72 % PNS & 78 Persen Karyawan BUMN Pilih Prabowo – Sandi, Tapi Kenapa 02 Kalah dari Jokowi?

Berita ini diberdayakan untuk trinnews.com


Tribunnews, Ilustrasi Presiden dan PNS – Ternyata mayoritas PNS atau 72 % memilih Prabowo bukan Jokowi di Pilpres 2019 lalu

TRIBUN-TIMUR.COM – Rupanya Presiden RI Jokowi memperhatikan detil gugatan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) Tim BPN 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di Mahkamah Konstitusi.

Prabowo – Sandi memasukkan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi Jumat (24/5/2019) lalu.

Perhatian Presiden RI terhadap sengketa di MK disampaikan Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Meski demikian, Moeldoko mengaku heran dengan materi permohonan sengketa Pemilu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pada poin nomor 39, kubu BPN berpandangan bahwa Joko Widodo sebagai capres petahana melakukan pelanggaran Pemilu dan kecurangan masif, yakni salah satunya dengan ketidaknetralan aparatur negara, Polri dan intelijen serta penyalahgunaan birokrasi dan BUMN.

Moeldoko berpendapat bahwa hasil Pemilu 2019 lalu tidak menunjukkan demikian.

“Dibilang mengerakkan BUMN. Tahu enggak (karyawan) BUMN yang memilih 02 itu berapa? 78 Persen. Dibilang menggerakkan ASN. Tahu enggak 72 persen ASN itu milih 02,” ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

“Dibilang menggerakkan Polri? Buktinya di Aceh, NTB, Sumatera Barat kalah telak. Mana yang digerakkan? Di mana menggerakkannya? Karena kalau menggerakkan, kami menang 100 persen,” lanjut dia.

Moeldoko mengatakan, fakta tersebut juga sudah ramai di pemberitaan.

Banyak pemberitaan yang menunjukkan suara Jokowi-Ma’ruf kalah di TPS yang berada di kompleks militer, kompleks permukiman PNS dan sebagainya.

Soal poin permohonan gugatan Pemilu di MK itu sendiri, sudah dibincangkannya dengan Presiden Jokowi.

“Presiden ngecek saja, perkembangan terakhir di MK seperti apa,” ujar Moeldoko.

3 Alasan Jokowi Menang Prabowo Kalah

Apa penyebab Jokowi menang atas Prabowo?

“Banyak alasannya, karena pasangan ini berhasil menumbuhkan militansi tiga segmen pemilih yang sangat besar sumbangannya bagi kemenangan Jokowi-Maruf Amin. Pertama adalah segmen pemilih kaum minoritas.

Memang jumlahnya 10-11 persen tapi di segmen ini kemenangan Jokowi telak sekali. Memberikan pesan yang keras juga bahwa mereka memang rindu munculnya pemimpin yang membawa spirit pendiri kebangsaan untuk menjaga keberagaman,” kata Denny JA dalam sesi jumpa pers di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019).

Menurut Denny JA, pasangan No Urut 01 ini berhasil meyakinkan kelompok minoritas bahwa mereka datang untuk kembali menegaskan spririt pendiri bangsa. dan menangnya telak sekali di segmen ini.

“Kedua yang juga menyebabkan pasangan ini menang, itu adalah segmen wong cilik. Siapa wong cilik? Wong cilik adalah pemilih yang penghasilannya 2 juta ke bawah. Data BPS dan juga data survei kita menunjukkan jumlah mereka banyak sekali. Sekitar 50 persen dari jumlah populasi,” tambah Denny JA.

Suara merekalah penentu siapa yang menang. Menurut Denny JA, mereka ini pendidikannya mungkin paling tinggi SD, SMP sedikit yang SMA tinggal di desa-desa umumnya.

“Mereka tidak tersentuh media sosial. Dari semua percakapan riuh rendahnya media sosial tak menyentuh mereka. Mereka menonton TV program hiburan. Riuh rendahnya politik jakarta dan elite politik tak menyentuh mereka,” lanjut Denny JA.

Tapi mereka dipuaskan dengan aneka program populis jokowi. Mulai dari pembagian sertifikat tanah gratis, pembagian keluarga harapan, hingga kartu sehat.

Kata Denny JA, program populis inilah yang membuat mereka militan dan majority mendukung Jokowi.

“Segmen ketiga yang sangat penting, ini ada dalam pemilih Muslim yaitu dari komunitas NU. Adalah pemilih yang populasinya 85 persen penduduk Indonesia. Pemilih Muslim ini komunitas yang merasakan dia (Jokowi – Maruf) bagian dari NU dan mereka mendukung jokowi Maruf,” lanjut Denny JA.

“Tiga segmen inilah yang susah disentuh Pabowo Sandi; minoritas, wong cilik, NU. Aneka manuver segala hal yang terjadi 10 hari belakangan susah sekali menyentuh mereka. Ini pesan yang sangat keras dari para pemilih bahwa Jokowi Maruf diinginkan oleh rakyat,” tambahnya.

Cek video lengkapnya:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Moeldoko: Karyawan BUMN yang Memilih 02 Itu 78 Persen!”,

Editor : Mansur AM
Sumber : Kompas.com

%d blogger menyukai ini: