23 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kapolsek Sampolawa Akui 3 Oknum TSK Illegal Loging, di Tangkap TNI-AL

Buton Selatan-Timurmerdeka.com. 3 orang petugas TNI-AL, masing-masing Mayor Marinir Muhtar, Sertu Awi, dan Serda Sumaji, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 3 oknum melakukan Illegal loging kayu jati di Kelurahan Lapola, Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan (Busel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tiga oknum masyarakat yang berhasil ditangkap petugas TNI-AL. warga penjarah jati ini berasal dari Desa Saumulewa Kecamatan Sampolawa. Kegiatan illegal ini terus berlangsung hingga terjadinya penangkapan. (Foto Gino)

Ketiga oknum tersebut, masing-masing, Ariyanto (40), Usman (40), dan La Bauntu tersebut, saat ini diamankan di Polsek. Demikian dikatakan Kapolsek Sampolawa Iptu Silvanus Solo kepada media ini di Polsek Sampolawa Minggu (31/12/2017).

Menurut Kapolsek, ketiga oknum akan diproses hukum, sesuai Barang Bukti (BB) sebagaimana yang dilaporkan Mayor TNI-AL Muhtar dan dua anggotanya. Karena itu seluruh pihak agar memberikan kesempatan pada polsek untuk melakukan tindakkan sesuai prosedur tetap (Protap), Undang-Undang dan Perkap Kapolri.

“Saya minta semua pihak dapat memberikan kesempatan pada petugas Polsek, guna mengambil langkah kongkrit secara hukum. Karena dalam menahan seseorang itu, harus sesuai dengan BB, sebagaimana aturan main didalam Undang-undang”, ujarnya.

Kasus penjarahan jati di Kecamatan Sampolawa sudah lama didengarnya, sebelum ia ditugaskan di Polsek Sampolawa. Namun sejauh ini, sebagai seorang petugas Polri tentu saja melakukan tindakkan hukum, tidak boleh gegabah. Karena acuannya adalah protap Kapolri dan Undang-Undang. Pengalamannya sejak pangkatnya masih serda sebagai anggota Reskrim, hingga Ia perwira saat ini, selalu mengutamakan asas praduga tak bersalah.

“Saya baru 2 bulan ditugaskan di Sampolawa. Mengenai kasus 3 oknum masyarakat yang ditangkap dan diserahkan pihak TNI-AL itu, saya sudah terima dengan BB nya, adalah satu unit mesin senso. Selanjutnya bb lainnya akan akan dikumpulkan besok pagi tanggal 1 Januari 2018”, ujarnya.

Silvanus juga menjelaskan, kasus jati Sampolawa, selain kekuatan personilnya hanya 13 orang saja, juga saat ini, sedang diutamakan agenda pengamanan Natal dan Tahun Baru. Sepatutnya semua pihak memakluminya.

Mengenai situasi diwilayah hukum Polsek Sampolawa menjelang pengamanan Natal dan Tahun baru 2018, terbilang cukup aman dan kondusif hingga pukul 10.30 WITA. Dan tingkat kriminil yang menonjol diwilayah tugasnya adalah penganiayaan biasa, ungkapnya.

Ketiga oknum yang diduga tersangka (TSK) Illegal loging, Ariyanto, menjelaskan, perbuatan yang tidak terpuji dilakukannya itu, sesungguhnya karena tuntutan ekonomi. Selain itu karena adanya peluang dan fasilitas yang ada. Sehingga mereka dengan dengan rekannya nekat melakukan pembalakkan.

“Saya mengakui melakukan pembalakkan dengan 2 orang rekanku. Dan kami lakukan karena terpaksa atas tuntutan ekonomi. Karena itu semua pihak agar memakluminya”, ujarnya.

Ketika ditanya, siapa beking atau pembelinya, Aryanto dan dua rekannya mengakui, bahwa kami diberikan fasilitas berupa modal uang dan mesin sensor dari bos Salam. Selain itu Bos salam menyuruhnya agar melakukan tindakkan secara diam-diam.

“Bos kami menyuruh agar kami bertiga melakukan pembalakkan secara diam-diam. Jangan ada orang lain tahu”, ungkapnya. (Gin).

%d blogger menyukai ini: