25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mengamati Sulitnya Perolehan KTP Elektronik Di Kota Baubau

Perolehan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terbilang gampang-gampang susah. Pasalnya. Sejumlah pihak hingga hari ini masih belum berhasil memperoleh KTP. Pasanya. Selain peralatan perekaman digital milik Kemendagri, sering dilaporkan mengalami gangguan atau error.

Karena itu, sejumlah pihak bukan saja di kota baubau, maupun di Kabupaten lain juga komplin terhadap pelayan umum itu.

Bagaimana kisahnya.

Laporan Ketua Tim Investigas: Gino Samsudin.  

Kepengurusan KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Baubau, masih terbilang sulit. Meskipun sejumlah petugas Disdukcapil telah menyebutkan, “Gampang”. Hal ini dikatakan Ny Suparmin warga kota baubau kepada media ini, ketika ditemui dirumah kediamannya diseputaran Wameo Kota Baubau pada Minggu (31/12-2017).

Menurut Ny Suparmin urusan KTP di Kota Baubau, meskipun dinyatakan sejumlah pihak petugasnya gampang, namun buktinya hingga saat ini, kepengurusan KTPnya sudah masuk nyaris 1 tahun belum kunjung datang pisik KTPnya. Karena itu, petugas Disdukcapil khususnya bagian perekaman data, dan di Kemendagri Jakarta, agar dalam bertugas jangan ogah-ogahan.

“Saya sudah lebih 30-an kali bolak balik ke kantor Didukcapil Baubau, jawabannya petugas kita menunggu saja lagi bu. Ironinya, nomor NIK telah diberikan, namun pisik KTP, belum bisa diakses atau tidak bisa”, ujar Ny Suparmin, mencontohi ungkapan petugas.

Ny Suparmin menambahkan, kesulitan perolehan KTP di Kota Baubau tersebut, pihak Discapil telah memberikan Surat Keterangan Pengganti KTP. Namun sampai kapan lembaran itu, karena bilamana begini terus, seluruh urusan tentang surat-surat dan pembelian tiket untuk kunjungi anak-anak yang kuliah di luar pulau Buton, membuat rumit, tanpa adanya bukti fisik KTP.

“Saya memang telah miliki Surat Keterangan Pengganti KTP, namun sampai kapan harus menungguh. Hal ini membuat kami kesal, karena setiap kali kita ke Discapil, jawaban petugas menungguh dan menungguh. Padal urusan adminitrasi kepengurusan surat-surat kita selalunya harus ada KTP”, ujarnya.

Senada dengan itu, Ny Suniman, KTP yang di tungguh-tungguh selama ini, telah lebih kurang 6 bulan lamanya. Karena sulitnya memperoleh KTP di Kota Baubau ini, membuat urusan surat-surat menjadi rumit, karena diminta kepada pihak pengadilan yang saat ini tengah menangani korupsi KTP, agar dihukum berat, bila perlu hukuman mati.

Adanya beberapa sumber tentang kesulitan KTP ini, sesungguhnya mewakili jutaan penduduk Indonesia yang juga mengalami kesulitan dalam kepengurusan dokumen apapun. Sehingga tiada kata lain, korupsi berjamaah tersebut, mengakibatkan banyak masyarakat menjadi korbannya.

Alkisah, selayaknya bagi oknum yang terbukti bersalah di hukum dengan berat, bila perlu hukum mati. Hal ini selain bertujuan efek jerah pada pelaku korupsi, juga menjadi pembelajaran bagi seluruh pelayanan publik di Indonesia.

Ketika dihubungi pihak Disdukcapil Kota Baubau, stafnya mengaku bernama Amiruddin menjelaskan KTP di Baubau, pihaknya sudah berusaha maksimal. Namun kalau perekaman ini harus berurusan dengan IT Jakarta. “Sama saja dengan tabrak tembok”… Karena itu, meminta semua pihak yang berurusan KTP, mohon maaf atas ketidak nyamanan ini, ungkapnya. (*****).

%d blogger menyukai ini: