28 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Tiga Anggota TNI-AL di Usulkan Mendapat KPLB

Buton Selatan-Timurmerdeka.com. Hamparan hutan jati Sampolawa dengan luas 24.524,89 hektar lebih, kini hancur rata dengan tanah. Dugaan sejumlah pihak dijarah oknum yang tidak bertanggung jawab. Ironinya, jutaan pohon jati itu, hancurnya didepan ribuan mata sejumlah petugas di Kabupaten Buton Selatan (Busel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Alkisah, kasus Illegal Logging yang diduga dibekingi oknum pengusaha itu, meskipun telah ada keputusan Moratorium Status “Quo”, dari pemerintah untuk tidak ada aktivitas di hutan itu, namun masih tetap ada oknum yang melakukan penjarahan.

Bersyukur 3 anggota Korps TNI-AL masing-masing; Mayor TNI Muhtar, Sertu Awi, dan Serda Sumaji, melakukan penangkapan 3 pelaku illegal loging asal Desa Saumulewa. Demikian dikatakan Ketua Lembaga Adat Sampolawa LM Syarif kepada media ini di Sampolawa Minggu (31/12-2017).

Menurutnya, 3 anggota korps TNI-AL itu, selayaknya diberikan penghargaan oleh Panglima TNI, berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Hal ini ditegaskan banyaknya oknum petugas dan penguasa diwilayah itu, malah memilih bungkam dan enggan membuat tindakan pencegahan.

“Saya mengusulkan 3 anggota TNI-AL yang menangkap oknum Illegal Logging, agar diberikan penghargaan KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa), oleh Panglima TNI. Pasalnya. Banyaknya petugas keamanan diwilayah itu, mereka memilih bungkam dan enggan melakukan tidakkan”, kata Kinipulu LM Syarif (Pejabat di Kesultanan Buton).

Hancurnya jutaan jati, pihak lembaga adat Sampolawa dan Kesultanan Buton, sudah cukup lama, melakukan berbagai upaya, termasuk mengirim surat ke Presiden. Namun hingga berita ini diangkat kepermukaan belum juga ada tanggapan.

Karena itu patut disyukuri 3 anggota TNI menangkap penjarah kayu jati, selanjutnya diserahkan kepada Kapolsek Iptu Silvanus Solo Sampolawa yang baru saja bertugas 2 bulan di Sampolawa.

LM Syarif menjelaskan, jati Sampolawa telah berusia antara 60-70 tahun, sepatutnya semua pihak tanpa terkecuali yang terhormat Presiden RI Ir H Joko Widodo, harus peduli terhadap hancurnya lingkungan hutan. Karena itu, kepedulian 3 anggota TNI-AL itu, selayaknya diberikan penghargaan.

“Hancurnya hutan Jati Sampolawa di Busel, membuat kita miris menyesalkan pembiaran itu. Jutaan pohon jati telah rata dengan tanah, tak membawa manfaat bagi masyarakat. Padahal usianya jati 60-70 tahun, dipelihara bersama oleh masyarakat”, ujar LM Syarif sembari menyesalkan.

Ketiga anggota TNI-AL menangkap oknum terduga illegal loging ketika ditanya, Mayor Marinir Muhtar menjelaskan, spontan bertinda atas naluri TNI, sebagaimana perintah atasan dan Panglima TNI, anggota TNI bukan saja menjaga musuh negara dari luar, melainkan juga mengawasi menjaga lingkungan hutan dan laut.

“Saya dan dua anggota lakukan penangkapan 3 oknum pelaku Illegal Loging. Selanjutnya kami serahkan kepada pihak penegak hukum yaitu Polsek Sampolawa”, ujarnya.

Mengenai barang bukti (BB)nya, satu unit mesin senor, dan puluhan kubikasi kayu jati, menunjukkan foto, dan diakui ketiga oknum tersangka masing-masing;  Ariyanto (40), Usman (40), dan La Bauntu mengakui benar melakukan penebangan jati.

Ketika ditanya 3 oknum terduga illegal loging, mengaku diperintahkan La Salam, baik modal uang dan mesin senso adalah miliki cukongnya bernama La Salam. Ironinya La Salam yang diduga cukong, malah mengancam anggota TNI AL, katanya tidak punya hak menangkap Illegal Loging, ujarnya.

Pihak Polsek dihubungi terpisah, Iptu Silvanus Solo (Kapolsek), menjelaskan, bahwa benar ada hasil tangkapan pihak TNI-AL yang di Pimpin Mayor Muhtar, dan 3 oknum terduga tersebut, telah diamankan di polsek, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, ungkapnya. (Gin).

%d blogger menyukai ini: