25 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Prabowo Subianto: Itu Pendekar, Itu Pendekar

Berita ini diberdayakan untuk jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA – Beredar video dalam situs Youtube yang merekam calon presiden Prabowo Subianto tengah berpidato di hadapan ratusan relawannya di Rumah Perjuangan Prabowo – Sandiaga, Jakarta Pusat, Rabu (22/5) malam.

Video tersebut salah satunya dicuitkan ulang oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di akun twitter miliknya @fahrihamzah.

Mengawali pidato, Prabowo mengaku sudah menjenguk korban kerusuhan 22 Mei yang dirawat di Rumah Aspirasi.

Menurut dia, tidak sedikit korban yang dirawat di sana. Mayoritas korban yang dirawat di Rumah Aspirasi, lanjutnya, karena terpapar gas air mata.

“Saya datang ke Rumah Aspirasi di Cut Mutia, lihat banyak saudara-saudara yang kena tembakan gas air mata yang keras,” ucap Prabowo.

BACA JUGA: Habib Pastikan Pria Pengancam Bunuh Kapolri Bukan Anggota Laskar FPI

Kemudian, Eks Danjen Kopassus itu meminta para pendukung dan relawan, untuk mempercayai perjuangan yang dilakukannya. Prabowo meminta para relawan dan pendukung agar menghindari kekerasan ketika menyampaikan aspirasi.

“Saya minta, perjuangan ini damai, damai. Harus hindari kekerasan. Perjuangan ini ialah perjuangan yang tidak boleh membalas kekerasan. Ini tidak ringan, ini sangat berat,” ucap dia.

Prabowo memahami perasaan para pendukung dan relawannya di saat berjuang melawan ketidakadilan. Sebab, banyak rekan sesama pendukung yang mengalami tindak kekerasan ketika menyampaikan aspirasi. Hal itu, tentu berpotensi memantik amarah pendukung.

“Saya mengerti, melihat kawan ada yang diperlakukan dengan tidak manusiawi. Namun harus menahan emosi, harus menahan amarah, berjuang dengan akal, semangat terkendali, yang terutama adalah persatuan,” ungkap dia dalam pidatonya.

Prabowo kemudian berbicara strategi dalam perjuangan politik. Terkadang, seseorang harus paham situasi. Jika diperlukan, seseorang harus mengambil sikap mundur. Namun, hal itu bukan menandakan seseorang untuk menyerah.

“Kadang-kadang dalam perjuangan, ada taktik dan ada strategi, kadang-kadang harus ke kiri kadang-kadang harus kanan. Kadang-kadang harus mundur, (tetapi) mundur tidak berarti kita menyerah,” ucap eks Danjen Kopassus itu.

BACA JUGA: Dua Pakar HTN Terkenal Perkuat Tim Hukum Prabowo – Sandi Gugat ke MK

Mengakhiri pidato, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada relawan dan pendukung yang setia berjuang bersamanya. Ke depan, dia mengingatkan, perjuangan yang ditempuh para pendukung harus mengedepankan kedamaian dan kesejukan bangsa.

“Ingat, sabar, sejuk, damai, dan tidak pakai kekerasan. Itu pendekar, itu pendekar. Bersatu terus, sangat kuat bersatu teguh,” ungkap dia. (mg10/jpnn)

%d blogger menyukai ini: