21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mengamati Mutasi Pejabat Busel, Masyarakat Berharap Percepatan Pembangunan

Mutasi para pejabat dipemerintahan Busel, merupakan penyegaran dilingkup kerja SKPD. Karena itu semua pihak selayaknya menerimanya dengan bijak. Demikian pula, pejabat yang belum terakomodir, seharusnya berlapang dada. Karena menjadi seorang pejabat itu, memiliki tanggung jawab yang besar, dan bisa jadi masuk bui.

Bagaimana kisah mutasi di Lingkup Pemkab Kabupaten Buton Selatan (Busel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Laporan Ketua Tim Timurmerdeka.com: Gino Samsudin.

Mutasi pejabat eselon II dan seterusnya di lingkup Pemda Busel, semestinya dilakukan 6 bulan lalu, namun ada halangan, maka dilakukan Kamis (28/12). Karena itu, diminta pejabat yang baru dilantik agar menjalankan tugasnya dengan baik. Demikian dikatakan Bupati Busel Agus Feisal Hidayat usai pelantikkan pejabat di Gedung Lamaindo Batauga, Kamis (28/12-2017) lalu.

Menurut Agus sapaan akrab Bupati Busel, mutasi pejabat dipemerintahan merupakan hal biasa. Selain bertujuan penyegaran dimasing-masing SKPD, juga bagi yang dilantik itu adalah pejabat yang berprestasi. Karena itu, bagi belum terakomodir supaya melakukan pembenahan diri.

Ditegaskan Agus, muatasi pejabat tersebut, merupakan hasil akhir uji petik, sesuai aturan ASN. Intiny, bertujuan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Wilayah Busel selain sangat kecil ruang lingkupnya, juga hanya 2 kecamatan yang miliki hutan, sementara lainnya hanya miliki laut dengan potensi perikanannya yang melimpah.

“Mutasi itu, sesuai aturan melalui uji petik dan proportes ASN, secara terbuka bagi pegawai yang telah memenuhi syarat. Hal ini bertujuan untuk memakmurkan masyarakat, sebagaimana program dan sesuai visi-misi perjuangan Pasangan Agus – Sani”, katanya.

Menyinggung tentang pejabat yang belum terakomodir, jangan putus asa, terus memperbaiki kinerja bukan tidak mungkin, mutasi berikutnya akan terakomodir. Peluang menjadi seorang kepala SKPD itu, terus-terus ada sesuai dengan pangkat dan golongan, kemudian baru bisa di promosikan.

“Menjadi seorang pejabat itu, harus memenuhi kriteria, diantaranya pangkat dan golongan, penilaian Baperjakad, jujur, sabar supaya kita percayakan memimpin salah satu kepala SKPD”, ujarnya.

Tokoh masyarakat Busel La Pena menjelaskan, pelantikkan pejabat, sama dengan mewujudkan keinginan masyarakat. Pasalnya. Para pejabat itu, diangkat Bupati, guna membantu dan meringankan tugas-tugas Bupati.

Masyarakat mengharapkan tambah La Pena, dewasa ini terbilang cukup kompleks masalahnya, terutama infrastruktur pembangunan mental kemasyarakatan. Karena daerah ini terbilang dinomor dua-kan oleh pemerintahan sebelumnya. Makanya masyarakat meminta diprioritaskan adalah perbaikkan jalan raya, penanaman kembali pohon jati, agar tak terlihat gersang seperti saat ini.

“Pergantian pejabat, sudah cukup lama dinantikan masyarakat. Makanya saya menghimbau para pejabat yang baru, dapat membawah angin segar, terutama perbaikan jalan raya dari Desa Sandang Pangan hingga pusat kota kecamatan Sampolawa, dan juga penanaman kembali pohon jati”, ujarnya. (*****).

%d blogger menyukai ini: