31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Bappenas: Ibu Kota Baru Akan Dibagi Menjadi Empat Zona

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co

Reporter : Dias Prasongko
Editor : Rahma Tri


Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah pejabat terkait melihat peta kawasan hutan Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu, 8 Mei 2019. Sebelumnya Jokowi mengakui, Gubernur Kalimantan Tengah telah memaparkan kepada dirinya terkait kesiapan Kalteng jika dipilih sebagai lokasi ibu kota yang baru. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro pemerintah telah menyiapkan rancangan zonasi pembangunan ibu kota baru. Dalam rancangan itu dibagi menjadi empat kawasan wilayah ibu kota.

Baca: Pemindahan Ibu Kota, Jokowi Komitmen Bangun Kota Ramah Lingkungan

Zona pertama, kata Bambang, adalah wilayah inti sebagai pusat pemerintahan dengan luas 2.000 hektare. “Di sana akan dibangun mulai dari istana, DPR, MK, MA, BPK, kantor kementerian, non kementerian, TNI dan Polri dan ada taman budaya serta botanical garden,” kata Bambang di kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis 16 Mei 2019.

Zona kedua adalah wilayah Ibu Kota Negara (IKN) yang diperkirakan bakal menggunakan lahan seluas hingga 40.000 hektare. Menurut Bambang, dalam zonasi ini pemerintah bakal berencana membangun perumahan PNS, fasilitas pendidikan dan kesehatan serta universitas.

Selain itu, dalam zona ini, pemerintah bakal membangun science and techno park, high-tech dan clean industry, research and development, MICE atau Convention Center hingga museum. Bambang berujar, pembangunan museum penting seperti salah satu ibu kota negara sama seperti yang dilakukan di negara maju yang mempunyai museum.

“Di ibu kota negara maju di dekat pusat pemerintahan selalu ada museum. Nantinya, museum menjadi pelajaran yang memberi sumbangan peradaban dan merepresentasikan ibu kota negara,” kata Bambang.

Baca juga: Alasan dan Syarat Pemindahan Ibu Kota Indonesia

Zona ketiga, pemerintah menyiapkan lokasi perluasan IKN seluas 200.000 hektare. Di lokasi ini, pemerintah bakal membangun taman nasional, konservasi orang utan atau kebun binatang, klaster perumahan non PNS hingga bandara atau pelabuhan.

“Bandara dan pelabuhan dibangun kalau dibutuhkan, kami berharap kalau bisa ibu kota baru jangan jauh dari kota yang sudah fungsional dan memiliki bandara dan dekat pelabuhan,” kata Bambang.

Adapun yang terakhir, zona keempat adalah zona perluasan IKN 2, seluas 200.000 hektare. Zona ini merupakan kawasan metropolitan dan wilayah pengembangan yang terkait dengan provinsi lainnya.

BACA JUGA: OLX: Pencarian Rumah di Palangkaraya Naik 5 Kali, Sejak..

Seperti diberitakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mewacanakan adanya pemindahan ibu kota ke luar Jawa. Rencana pemindahan ibu kota ini bakal menelan biaya sekitar Rp Rp 323 – Rp 466 triliun.

Dua lokasi yang kini menjadi kandidat kuat calon ibu kota baru adalah di sekitar Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dan Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah. Kemudian, dengan pemindahan ibu kota ini diperkirakan akan membawa sebanyak 1,5 juta penduduk yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.

%d blogger menyukai ini: