25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Eggi Sudjana Ditangkap, Sandi: Jangan Sampai Kita Bergerak ke Era Represif

Berita ini diberdayakan untuk detik.com

Oleh : Mochamad Zhacky


Foto: Cawapres Sandiaga Uno menghadiri pelatihan OK OCE di RPTRA Mutiara Sumur Batu, Jalan Mutiara, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Zhacky-detikcom)

FOKUS BERITA:Kasus Makar Jilid II

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno prihatin atas penangkapan Eggi Sudjana oleh Polda Metro Jaya. Sandiaga menyebut satu per satu pendukungnya mengalami kriminalisasi.

“Ya tentunya saya sampaikan, satu per satu pendukung Prabowo-Sandi mengalami intimidasi, mengalami proses kriminalisasi. Mari kita gunakan hukum seadil-adilnya,” kata Sandiaga saat ditemui di Jalan Rasamala VII, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Pengacara: Pencetus People Power Bukan Eggi Sudjana, Dia Korban Politik

Sandiaga menilai, penegakan hukum tak akan efektif jika hanya tajam kepada oposisi. Selain tidak efektif, menurutnya, keadilan juga tidak akan tercipta apabila hukum tumpul kepada penguasa.

“Karena kalau hukum hanya dipakai untuk menghantam oposisi, dipakai untuk mengintimidasi para pengkritik, tapi sangat lunak untuk para penguasa dan para penjilat, ya hukum ini tidak akan memiliki efektivitas untuk menjaga dan memastikan keadilan itu akan hadir di Indonesia,” jelasnya.

Baca juga: Sandiaga: Jangan Semua Ungkapan Tokoh Dibelokkan ke Pasal Makar

Sandiaga juga prihatin melihat tindakan penguasa yang menurutnya membatasi kebebasan berpendapat. Mantan Wagub DKI mengimbau, jangan sampai demokrasi justru berubah menjadi represif.

“Saya prihatin melihat tindakan-tindakan yang menciderai kebebasan kita mengeluarkan pendapat dan keinginan kita untuk memastikan pemilu kita lebih baik lagi,” ujarnya.

“(Kebebasan berpendapat) ini jangan diberangus. Ini adalah kebebasan yang dilindungi oleh UU ini yang harus kita pastikan. Jangan sampai nanti kita bergerak dari era demokrasi ke era represif,” terang Sandiaga.

Baca juga: Eggi Sudjana Tersangka Makar, BPN: Pemerintah Zalim!

Sebelumnya, Eggi ditangkap berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP.Kap/1012/V/2019/Ditreskrimum tertanggal 14 Mei 2019. Surat penangkapan itu dibacakan saat Eggi diperiksa.

Penangkapan Eggi ini diprotes kuasa hukumnya, Pitra Romadoni. Pitra menilai penangkapan kliennya itu sebagai sebuah kejanggalan.

“Terhadap penangkapan Eggi Sudjana sangat aneh. Saat ini beliau belum diperbolehkan pulang sejak dibacakan (diberi) surat penangkapannya oleh petugas kepolisian,” kata Pitra kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).(zak/knv)

%d blogger menyukai ini: