25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pencinta Kapal Sail, Minta Bupati Busel Hadirkan 2018  

Batauga-Timurmerdeka.com. Aktivis kepariwisataan bermukim di Desa Gerakmakmur Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan (Busel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta Bupati atau Cq kepala Dinas Pariwisata Busel untuk mengupayakan atau datangkan Kapal-kapal Yacht yang tergabung “Rally Wonderfull Sail to Indonesia”, di Teluk Lande Kecamatan Sampolawa. Hal ini dikatakan aktivis pariwisata Busel Nur Afni Talo-Talo kepada media ini, di Baubau Sabtu (31/12-2017).

Sejumlah-Kapal-Yacht-yang-berlabu-di-Teluk-Lande-4-Tahun-Lalu.-Daerah-ini-meskipun-bukan-persinggahan-namun-karena-spot-divingnya-indah-maka-disinggahi-setiap-tahunnya-Foto.-Gino.SM

Menurutnya, kehadiran kapal Sail membawa dampak ekonomi yang sangat besar bagi daerah yang disinggahinya. Selain itu, mendidik masyarakat dalam hal berkomunikasi dengan bangsa lain. Sekaligus merupakan edukasi pada masyarakat, terutama menghadapi Era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Sebagai aktivis pariwisata di Indonesia, bermukim di Lande saat ini, saya minta Bupati Busel, atau kepala dinas pariwisata, di tahun 2018 mendatang, wilayah Teluk Lande dapat disinggahi banyak kapal-kapal mewah itu. Dan juga tidak disangkali daerah ini sering disinggahi 3 atau 4 kapal setiap tahunnya, meskipun bukan daerah persinggahan”, tuturnya.

Nur Afni Talo-Talo, menjelaskan, crew kapal-kapal sail, selalu mencari informasi tempat unik, seperti di Teluk Lande. Disana banyak yang unik, terutama spot-spot Diving, Snorklin. Pengalamannya di Wakatobi dan daerah lainnya, masyarakat lebih awal menyiapkan paket wisata lalu ditawarkan dengan nilai dollar Amerika.

“Masyarakat siapkan paket wisata, melalui brosur, kepada peserta Rally Sail to Indonesia, karena waktu tinggalnya 4-4 hari disetiap daerah. Secara ekonomi, masyarakat yang cerdas mengantongi pundi-pundi hingga mencapai puluhan juta rupiah setiap tahunnya”, katanya.

Talo-Talo sapaan aktivis menambahkan, kehadiran kapal-kapal sail, urusannya gampang. Informasi dari pimpinan Yayasan Cinta Bahari Antar Nusa, Rymond T Lesamana, dalam urusan menghadirkan kapal-kapal Sail itu tidak ribet. Begitu disetujui, hanya dicek dan diukur titik labuh, termasuk tempat pendaratannya.

“Menghadirkan kapal-kapal Sail itu, mudah saja. Syaratnya di survey dan tinjau, tentukan titik labu, dan pendaratannya.  Demikian pula alat komunikasi berupa All band, memudahkan menghubungi para kapten kapal yang akan singgihi titik labu daerah itu”, ujarnya.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Busel La Isur SPd MSi, menyebutkan kapal Yacht cukup lama di impikan masyarakat, meskipun begitu sering disinggahi, meskipun jumlah kapalnya tidak sebanyak di Wakatobi. Atas usulan aktivis itu, pihak Pariwisata akan mengajukkannya pada pimpinan terutama Bupati, ujarnya. (Gin/Nud).

%d blogger menyukai ini: