31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

U.S. Commerce Secretary Wilbur Ross, left, shakes hands with Chinese Vice Premier Liu He as they pose for photographers after their meeting at the Diaoyutai State Guesthouse in Beijing, China Sunday, Jun 3, 2018. Andy Wong/Pool via REUTERS

Perundingan dagang terancam berantakan, China kirim negosiator utama ke AS

U.S. Commerce Secretary Wilbur Ross, left, shakes hands with Chinese Vice Premier Liu He as they pose for photographers after their meeting at the Diaoyutai State Guesthouse in Beijing, China Sunday, Jun 3, 2018. Andy Wong/Pool via REUTERS

KONTAN.CO.ID – BEIJING. Negosiator perdagangan tingkat tinggi China Liu He akan mengunjungi Amerika Serikat (AS) minggu ini. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperjuangkan dan menjaga agar negosiasi perdagangan dengan AS berada di jalurnya setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan dengan rencana menaikkan tarif barang-barang China Jumat ini.

Mengutip Bloomberg, Selasa (7/5), Wakil Perdana Menteri China Liu akan melakukan perjalanan ke AS untuk melakukan pembicaraan mulai 9-10 Mei atas undangan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

BACA JUGA
AS pastikan naikkan tarif setelah China dituding mengingkari kesepakatan

Warren Buffett: Perang dagang AS-China akan berdampak buruk bagi seluruh dunia
Pada hari Senin kemarin pihak berwenang Cina diisukan sempat mempertimbangkan menuda perjalanan ke AS setelah manuver Trump soal kenaikan tarif.

Seperti diketahui secara mengejutkan Trump di Twitter pada hari Minggu berkicau bahwa ia berencana menaikkan tarif barang-barang China US$ 200 miliar 25% dari 10% karena pembicaraan bergerak terlalu lambat.

Trump juga mengatakan dia dapat juga mengenakan bea “shortly” pada barang-barang Tiongkok bernilai US$ 325 miliar yang saat ini tidak tercakup, sebuah langkah yang akan memukul hampir semua impor dari negara Asia.

“Fakta bahwa China mengirim delegasi ke AS menunjukkan pihaknya masih bersedia menyelesaikan perselisihan melalui negosiasi terlepas dari apa yang AS katakan,” kata Lu Xiang di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok yang dikelola pemerintah di Beijing.

“Jika pemerintahan Trump menindaklanjuti dengan ancaman tarif pada hari Jumat, saya pikir itu berarti pembicaraan berantakan. Maka kita perlu bersiap untuk yang lebih buruk daripada yang terburuk, ”bebernya.

Saham di Asia memangkas kerugian di tengah berita bahwa Liu akan bepergian. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,5% sedangkan Shanghai Composite Index naik 0,4% setelah jatuh 5,6% pada Senin.

Administrasi Trump berencana meningkatkan bea impor Tiongkok pada pukul 12:01 pagi pada 10 Mei, Lighthizer mengatakan pada hari Senin.

“Kami merasa berada di jalur yang benar untuk mencapai suatu tempat. Selama minggu lalu kita telah melihat erosi komitmen oleh China. Itu dalam pandangan kami tidak dapat diterima, ”katanya, seraya menambahkan bahwa masalah signifikan tetap tidak terselesaikan, termasuk apakah tarif akan tetap berlaku.

Surat kabar Global Times dalam tajuk rencana Selasa menuliskan kalau China sangat siap untuk hasil potensial lainnya dari pembicaraan perdagangannya dengan AS, termasuk gangguan sementara dalam pembicaraan,” kata editorial surat kabar tersebut. Pintu itu tidak tertutup untuk pembicaraan bahkan jika AS menaikkan tarif, tambah surat kabar itu.

Sumber : Bloomberg
Editor: Noverius Laoli

%d blogger menyukai ini: