21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Penderita HIV/AIDS, 66 Orang di Kota Baubau. Se-Kepulauan Buton 360 Orang

Baubau-Timurmerdeka.com. Sebagaimana Informasi dari pihak Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sulawesi Tenggara (Sultra) tentang penyakit HIV/AIDS totalnya 987 orang. Pasien penderita HIV/AIDS yang telah ditangani pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagi Mata Kota Baubau, jumlahnya sebanyak 66 orang. Informasi ini di tahun 2017. Namun sesungguhnya ada dugaan beberapa pengidap HIV/AIDS yang enggan melaporkan diri. Hal itu diungkapkan Direktur Utama RSUD Kota Baubau, H Maria Adella Aty Sanga MKes, kepada sejumlah media belum lama ini.

Menurutnya, sudah ada cukup banyak pasien penderita HIV/AIDS yang telah ditangani RSUD Baubau. Pasien penderita HIV dan AIDS jelas itu sangat berbeda. Untuk penderita AIDS sindromnya sudah lebih lengkap biasanya, menderita hepatitis, TBC dan sudah banyak penyakit masuk didalam tubuh pada pasiennya. Sementara penderita HIV, itu adanya bukti dari laboratorium dan hal ini masih tergolong positif saja.

“HIV/AIDS, kalau ada pasien yang pemeriksaan laboratoriumnya lengkap, itu sudah positif. Itu yah, kita berikan petunjuk agar berobat sama dokter ahli, kemudian keluarganya juga diperiksa, jangan-jangan ada penularannya”, katanya.

Ia menjelaskan, untuk perawatan HIV/AIDS membutuhkan waktu, setelah mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Kata dia, sebenarnya penyakit tersebut cepat diteksi sebelum kekebalan pasien itu menurun. Sehingga pasien dapat beraktivitas seperti biasa dan gejala-gejala yang ditimbulkan mengalami penurunan badan secara drastic dan diare secara berkepanjangan.

“Kalau misalnya banyak luka dimulut, dan tidak kunjung sembuh itu berarti HIV. Demikian pula perawatannya, bilamana kita pegang itu tidak langsung menular kepada orang lain. Cuma cairannya nanti kita ada luka baru itu bisa menular. Kalau penyakit-penyakit menular lainnya, itu kita pisahkan ruangannya dengan penyakit HIV”, jelasnya.

Sementara itu, Henny Arisanty SKEP NS, selaku konselor HIV/AIDS-Bloud RSUD Kaota Baubau, menambahkan, jumlah penderita HIV yang telah ditangani RSUD Palagimata, sejak Januari hingga Desember sebanyak 66 orang. Keseleruhan berjumlah 360-an orang sekepulauan Buton (Kepton).

“Dari jumlah yang tersetat tersebut, sudah ada yang dinyatakan meninggal dunia. Sebenarnya kita punya data temuan pasien HIV/AIDS dari 2007, namun kami baru dilatih pada tahun 2011. Sehingga data itu ada. Karena sudah ada yang datang konsidensial. Akan tetapi tenaganya perawat pasien tersebut, hanya ada 5 orang saja sebagai konseling di RSUD Kota Baubau hingga saat ini”, tutupnya. (Gin/Nur).

%d blogger menyukai ini: