21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Faisal Basri Usulkan Jokowi Ganti Empat Menteri

Berita ini diberdayakan untuk katadata.co.id


© Disediakan oleh PT Katadata Indonesia

Oleh : Pingit Aria

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melakukan reshuffle kabinet. Ada empat menteri yang menurutnya layak diganti, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Faisal menyatakan, keempat menteri tersebut berkinerja buruk. “Tidak usah tunggu Oktober. Sudah itu saja,” katanya di Jakarta, Selasa (30/4) lalu.

Faisal menyebut kinerja Luhut melampaui tugasnya sebagai koordinator. Contohnya, permintaan kepada Garuda Indonesia untuk turunkan harga tiket pesawat yang jadi tugas Kementerian Perhubungan dan diplomasi kelapa sawit di luar negeri yang seharusnya jatah Kementerian Luar Negeri.

Kemudian, Rini juga meminta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk membeli pabrik gula swasta Gendhis Multi Manis. Namun, kajian yang merugikan membuat PTPN mengurungkan transaksi. Akhirnya, Bulog yang mendapatkan jatah untuk mengakuisisi, tetapi kabar terbaru adalah Bulog bakal menjualnya lagi.

Selain itu, Enggar juga mengeluarkan aturan tarik ulur seperti regulasi impor besi baja dan karet. Ada juga peraturan gula rafinasi yang menjadi polemik. “Mereka (empat menteri) yang memberikan tambahan kerusakan,” ujar Faisal dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.

Tak hanya Faisal, Mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Sutrisno Iwantono juga menyebutkan koordinasi menjadi salah satu permasalahan dalam pemerintahan. Alasannya, banyak menteri yang memiliki perbedaan pendapat tetapi tidak bisa memberikan solusi yang tepat.

Sutrisno mengungkapkan, kebijakan impor beras memicu kontroversi antara Amran dan Enggar, serta Direktur Utama Bulog Budi Waseso. Alhasil, buruknya kualitas kebijakan yang muncul membuat para pelaku usaha kesulitan untuk menerjemahkan sikap pemerintah.

Di sisi lain, ia meminta supaya pemerintah tetap memperhatikan ekonomi kreatif lewat Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). “Ekonomi kreatif harus dapat porsi sendiri, anak-anak muda yang jadi enterpreneur harus mendapatkan fasilitas,” kata Sutrisno.

Dia menjelaskan, industri 4.0 membuat peralihan tenaga kerja dari manusia menjadi teknologi. Oleh karena itu, peningkatan entrepreneurship akan membuka lapangan kerja baru, terutama untuk masyarakat daerah yang bergantung kepada sektor ekonomi kreatif.

%d blogger menyukai ini: