26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Risma Berikan Pekerjaan untuk Istri Petugas KPPS yang Meninggal

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat mengunjungi rumah duka almarhum Hariono, petugas KPPS yang meninggal setelah menjalankan tugas pada gelaran pemilu di Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya, Sabtu (27/4/2019). Dok. Pemkot Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi keluarga petugas KPPS yang diduga meninggal setelah menjalankan tugas pada gelaran Pemilu 2019.

Sudah tiga hari berturut-turut Risma berkeliling mengunjungi rumah keluarga petugas KKPS yang meninggal.

Di hari ketiga ini, Sabtu (27/4/2019), Risma mengunjungi keluarga almarhum Hariono.

Hariono bertugas di TPS 45, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya. Almarhum merupakan petugas KPPS bagian ketertiban di TPS 45.

Tiba di rumah keluarga almarhum Hariono di Jalan Jugruk Rejosari III/10, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Risma dan jajarannya disambut hangat oleh pihak keluarga.

Di rumah duka, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan kepada keluarga almarhum.

Mukholifah, istri almarhum Hariono menceritakan kronologi meninggalnya sang suami.

Ia menjelaskan, Hariono mengalami kelelahan saat bertugas menjaga TPS 45 mulai Rabu (17/4/2019) pagi sampai Kamis (18/4/2019) pukul 08.00 WIB.

Setelah pulang ke rumah, Hariono mengeluh kepada istrinya bahwa seluruh badannya terasa capek karena tidak duduk atau istirahat selama berjam-jam di TPS.

Almarhum yang merasa kelelahan, kata Mukholifah, seketika tidur di rumah hingga malam hari.

Keesokan harinya, Hariono menyampaikan bahwa badannya terasa sakit, kemudian dibawa ke dokter praktik oleh keluarga.

“Kemudian pada Minggu-Senin, kondisinya semakin drop dan akhirnya pada Senin (22/4/2019) sekitar pukul 14. 30 WIB, almarhum meninggal dunia di rumah,” cerita Mukholifah.

Di hadapan Risma, Mukholifah juga meminta pekerjaan agar bisa membantu meringankan beban keluarga setelah ditinggal sang suami.

Mukholifah berharap mendapatkan pekerjaan yang dekat dengan rumahnya.

Mendengar hal itu, Risma memastikan bahwa Pemkot Surabaya siap membantu pendidikan anak almarhum.

Saat itu juga, Risma langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita.

Risma pun meminta Febria untuk memberikan pekerjaan kepada Mukholifah di Puskesmas Pembantu Kandangan.

Hari Senin depan, Mukholifah akan dipanggil dan apabila sudah siap bekerja, mulai 1 Mei 2019 dia akan bekerja di Puskesmas Pembantu Kandangan.

“Saya mencoba membantu, mengurangi beban keluarga ini,” kata Risma.

Pada kesempatan itu, Risma juga berharap ada evaluasi tentang sistem penyelenggaraan pemilu serentak tahun ini.

Sebab, apabila sistemnya masih sama seperti Pemilu 2019 ini, maka ia khawatir banyak petugas TPS yang kelelahan.

“Mungkin ada evaluasi, karena melelahkan memang kalau sistemnya masih seperti kemarin. Petugas TPS juga berat,” harapnya.

Mukholifah menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan Risma dan jajaran Pemkot Surabaya.

Menurutnya, yang paling penting adalah pendidikan kedua anaknya dan juga kebutuhan akan pekerjaan.

“Alhamdulillah, katanya Bu Risma mau dibantu pendidikan anak dan juga dikasih pekerjaan. Saya sangat bersyukur,” kata Mukholifah.

Secara keseluruhan, terdapat empat orang petugas KPPS di Surabaya meninggal dunia diduga kelelahan usai menjalankan tugas.

Mereka adalah Ketua KPPS TPS 13 Kelurahan Kapas Madya Baru Kecamatan Tambak Sari Sunaryo, anggota KPPS TPS 19 Kelurahan Pacar Keling Kecamatan Tambak Sari Thomy Heru Siswantoro, anggota KPPS 19 Kelurahan Kedung Baruk Kecamatan Rungkut Badrul Munir, dan Linmas TPS 45 Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo Hariono (36) .

Penulis: Kontributor Surabaya, Ghinan Salman

Editor: Khairina

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: