3 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mengintip “War Room” TKN Jokowi-Ma’ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin membentuk war room untuk memantau penghitungan hasil Pemilu DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com

Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin memperkenalkan war room memantau penghitungan hasil Pemilu pada Minggu (21/4/2019).

Kompas.com berkesempatan ‘mengintip’ war room ini yang terletak di lantai dasar Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (24/4/2019). Ruangan ini terletak berseberangan dengan kios pakaian batik yang berada di dalam hotel.

Memasuki War Room, suasana cukup ramai. Puluhan anak muda sedang bekerja di komputer yang disediakan. Botol, gelas berisi air mineral, hingga kopi tampak menemani aktivitas mereka.


Pemutar video dari: YouTube (Kebijakan Privasi)

Ada sekitar 80 komputer yang masing-masing diisi oleh satu personel war room.

Berbagai hasil foto C1 dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) terpampang di layar komputer mereka. Mereka merekapitulasi real count dari hasil verifikasi C1 dari TPS seluruh Indonesia.

Mereka tampak memasukan data C1 dari TPS dengan mengisi sejumlah kolom dalam sistem yang sudah disediakan.

Data itu seperti provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, nomor TPS, dan perolehan suara dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Hasil C1 diperoleh dari aplikasi yang dimiliki TKN, yakni JAMIN, sebuah aplikasi pelaporan saksi mulai dari TPS.

Aplikasi JAMIN sebelumnya sudah diperkenalkan TKN di Rumah Cemara 19, pada Jumat (5/4/2019) lalu. Para saksi di TPS diharuskan mengambil foto formulir C1 dan mengunggahnya ke aplikasi.

Jika berhasil terkirim, nantinya koordinator wilayah akan mengirimkan notifikasi. Apabila ada kesalahan input data, prosesnya diulang kembali.

Data C1 inilah yang dikelola war room untuk rekapitulasi real count.

250 personel, 3 shift kerja

Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy mengatakan, ada 250 orang yang dilibatkan sebagai personel war room TKN.

“Ada 250 orang, shift (penugasan) dibagi tiga (dalam 24 jam),” kata Lukman saat dihubungi Kompas.com, Rabu malam.

Artinya, setiap shift penugasan akan diisi sekitar 80 personel. Hal itu guna memastikan keberlangsungan input data dan menjaga kondisi kesehatan personel.

Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/7/2017). KOMPAS.com/Nabilla Tashandra© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/7/2017). KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Menurut Lukman, setiap harinya war room bisa mengelola data 10 ribu hingga 50 ribu data C1

“Ya macem-macem ya, kadang-kadang bisa 10 ribu sehari, kadang-kadang bisa 50 ribu sehari, tergantung datanya yang masuk,” kata dia.

Selesai tiga hari ke depan
Lukman memperkirakan penugasan personel war room akan selesai sekitar dua hingga tiga hari ke depan.

“Ya mungkin sampai dua tiga hari lagi lah,” kata dia.

Saat ditanya terkait progres perhitungan suara di war room, Lukman belum bisa menjelaskan secara rinci.

“Saya belum cek ya kalau per hari ini,” ungkapnya.

Sebelumnya Wakil Ketua TKN Moeldoko mengatakan, keberadaan war room ini merupakan alat kontrol TKN terhadap penghitungan suara Pemilu 2019.

“War room ini adalah alat kontrol kami,” kata Moeldoko dalam konferensi pers di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu.

Ia menyebutkan, dengan adanya war room ini, jika ada sesuatu yang tidak selaras dalam penghitungan, TKN bisa mempertanyakan di mana letak ketidaksamaannya serta jika ada kemungkinan penyimpangan.

Penulis: Dylan Aprialdo Rachman

Editor: Diamanty Meiliana

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: