3 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pengidap HIV/AIDS Meningkat, Tercatat 987 Kasus Ketahuan di Prov Sultra

Kendari-Timurmerdeka.com. Penderita pengidap penyakit berbahaya Human Immunodeficiecy Virus (HIV) dan Acquiered  Immune Deficiency Syndrome (AIDs) di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), jumlahlahnya terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Karena itu sejumlah pihak patut memasang kuda-kudanya, tercatat 987 kasus di wilayah Sultra dewasa ini. Demikian dikatakan Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bahteramas Muhamad Yusuf Hamra kepada media ini, Senin (18/12/2017).

Menurut Yusuf sapaan direktur RSUP Sultra, peningkatan ini jumlah penderita HIV dan AIDS ini, sudah selayaknya semua pihak kuatir. Karena penyakit HIV dan AIDS ini jumlahnya mencapai 987 kasus. Angka itu berdasarkan data akumulasi dari 2004 hingga 2017 ini. Namun sebaliknya ada banyak yang tidak terdetekdi di masyarakat.

Sebagaimana jumlah tersebut, rinciannya dari RSUP Bahteramas sebanyak 420 orang dalam status HIV, dan 567 orang lainnya telah menjadi AIDS. Hal ini berdasarkan data sepanjang 2017. Data terbaru ditemukan 125 orang positif, 80 orang berstatus HIV, dan 45 telah menjadi AIDS.

Berdasarkan data pelayanan yang masuk ke RSUP, penderita HIV dan AIDS sejak 2005 hingga 2017, mencapai angka yang signifikan tambahannya yakni menjadi 328 orang jumlahnya.

“Dari data yang di peroleh RSUP Bahteramas Kendari, terkategori ada yang aktif dan pasif. Yang aktif melakukan pemeriksaan sebanyak 95 orang. Dan dari data tersebut, sudah tercatat 150 orang telah dinyatakan meninggal dunia”, katanya.

Menurut Yusuf masalah ini, seharusnya menjadi perhatian bagi seluruh pihak dan elemen masyarakat. Bukan hanya dinas kesehatan saja, melainkan juga stake holder seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) penggiat HIV/AIDS, lembaga vertikal, pemerhati kesehatan dan seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah provinsi sultra.

“Yang terdata saat ini, untuk penderita HIV dan AIDS di wilayah Sultra, semakin lama makin meningkat jumlah korbannya, karena ini terkait dengan kemajuan ekonomi. Sebab semakin maju ekonomi kita, maka penyakit HIV dan AIDS akan terus meningkat jumlahnya,” tuturnya.

Yusuf juga menyebutkan, perkembangan ekonomi dewasa ini, merupakan salah satu sumber berkembangnya. Selain itu, juga semakin bertambah banyak kalangan Pekerja Seks Komersial (PSK), narkoba, jarum suntik, dan lainnya.

“Saya menghimbau semua pihak, harus bersama-sama melakukan pencegahan dini. Selain itu, kita harus perbanyak sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di tempat-tempat kalangan PSK bebas, pengguna narkoba, dan jarum suntik lainnya”, imbuhnya.

Sebagaimana sumber data RSUP Bahteramas, penyebaran pengidap HIV dan AIDS, hampir diseluruh Kabupaten dan Kota di wilayah Sultra itu ada sehingga semua pihak patut waspada.

“Untuk korban HIV/AIDS, masih didominasi kalangan masyarakat produktif, disusul remaja dan ibu-ibu rumah tangga”, ujarnya.

Yusuf mengharapkan, kepada kalangan penderita penyakit HIV dan AIDS saat ini, agar dapat terus ditangani lebih serius. Karena itu, merupakan penyakit yang mengambil beban ekonomi yang besar. Sebab korban atau penderitanya yang tadinya menjadi tulang punggung keluarga, menjadi tidak mampu bekerja guna menghidupkan keluarganya. (Gin/AIM).

%d blogger menyukai ini: