31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

KTP Elektronik Di Kota Baubau Masih Terbilang Sulit

Baubau-Timurmerdeka.com. Kepengurusan KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), masih terbilang sulit. Meskipun sejumlah petugas Disdukcapil menyebutkan, “Gampang”. Hal ini dikatakan Ny. Chanda kepada media ini, ketika ditemui dirumah kediamannya diseputaran Komplek BTN Kota Baubau pada Selasa (18/12).

Menurut Ny Chanda urusan KTP di Kota Baubau, meskipun petugasnya gampang, namun buktinya, dirinya sendiri, karena hingga saat ini kepengurusan KTPnya sudah masuk 1 tahun lamanya, belum kunjung datang pisiknya. Alasan petugas Disdukcapil Baubau, adanya mutasi bagian IT, para pejabat di lingkungan Kemendari Jakarta belum lama ini.

“Saya sudah lebih 30 kali bolak balik ke kantor Dukcapil, namun jawabannya petugas Capil, kita menunggu saja lagi bu. Ironinya, nomor NIK diberikan, namun secara lengkap untuk di cetak itu yang namanya KTP, tidak bisa”, ujar Ny Chanda mencontohkan ungkapan petugas Capil Baubau.

Ny Chanda menambahkan, kesulitan memperoleh KTP di Kota Baubau tersebut, sesungguhnya pihak Discapil telah memberikan Surat Keterangan Pengganti KTP. Akan tetapi bilamana begini terus jadinya juga lama. Akibatnya, urusan segala macam adminitrasi dibeberapa tempat mengalami banyak problem karena tidak adanya bukti fisik KTP.

“Saya memang telah miliki Surat Keterangan Pengganti KTP, namun sampai kapan kita harus menungguh . Hal ini membuat kita kesal, karena setiap kali kita kesana (Discapil), jawaban petugas menungguh dan menungguh. Padal urusan adminitrasi kepengurusan surat-surat harus miliki KTP”, katanya.

Senada dengan itu, Ny Sunima, KTP yang di tungguhnya, lebih kurang 6 bulan lamanya. Karena itu, sulitnya memperoleh KTP di Kota Baubau ini, membuat banyak urusan surat-surat rumit, karena dalam membeli tiket itu harus ada KTP. Demikian pula pengurusan surat Izin Mengemudi (SIM) itu juga membutuhkan KTP, ujarnya.

Dua orang narasumber yang ditemui media ini, selain merupakan perwakilan dari ribuan orang di Kota Baubau, juga yang dialami masyarakat Kota Baubau ini sama dengan dikawasan Indonesia lainnya, selayaknya pemerintahan Jokowi, mengingat Pemilu Kada dan Pilpres mendatang, bilamana tanpa adanya KTP, tentu itu, merupakan preseden buruk, ungkapnya.

Ketika di hubungi pihak Disdukcapil Kota Baubau, Achmad Maluna via ponselnya, perihal dua sumber media ini, disarankan agar kedua sumber tersebut, kekantor Disdukcapil pada jam kerja. Selain ini meminta kepada semua pihak agar memaklumi atas ketidak nyamanan pelayanan KTP di Kota Baubau, ujarnya sembari menutup ponselnya. (Gin/Nur).

%d blogger menyukai ini: