26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menelusuri Kabupaten Buteng Raih Penghargaan Peduli HAM

Kabupaten Buton Tengah (Buteng), di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), belum lama ini mendapat penghargaan Peduli Hak Asasi Manusi (HAM).

Bagaimana kisahnya hingga daerah ini mendapatkan penghargaan tersebut.

Berikut hasil penelusuran Tim Timurmerdeka di Buteng.

Laporan: Gino Samsudin Mirsab.

Dalam penelusuran Tim menemui beberapa tokoh masyarakat, hingga menemui sejumlah pejabat, Bupati Buteng H Samahuddin. Dalam pengakuannya, Ia sangat bersyukur atas capaian Kabupaten Buteng dalam meraih penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham-RI). Penghargaan itu, disebut dengan Daerah Peduli HAM 2017.

“Masyarakat Buteng tentunya sangat bersyukur dengan penghargaan Kabupaten Peduli HAM, karena sebagai daerah yang belum lama mekar, penghargaan merupakan yang “Perdana” dari pemerintah pusat atau Kemenkum HAM-RI”, ungkapan Samahuddin ketika ditemui diteras kantor Bupati Buteng pekan lalu.

Dikatakan Samahuddin, prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras dan peran serta seluruh stake holder masyarakat Buteng dalam menjaga ketertiban umum selama ini. Apalagi sebagai daerah pemekaran baru, sangat sulit untuk mencapai kriteria dan masuk kategori Kabupaten Peduli HAM.

“Penghargaan Kabupaten Peduli HAM ini, kita berharap menambah semangat masyarakat dan pemerintahan Buteng untuk bekerja lebih baik lagi kedepannya. Begitupula dengan dukungan masyarakat, dan peran serta lembaga maupun institusi lainnya, guna menciptakan stabilitas keamanan didaerah ini”, singkatnya.

Kabag Hukum Setda, Buteng Ahkmad Sabir, mengatakan, indikator terpilihnya Buteng, sebagai daerah peraih penghargaan Kabupaten Peduli HAM, itu dikarenakan memenuhi semua kriteria penilaian, sebagaimana data yang diperoleh Kemenkumham-RI, melalui pemerintah Provinsi Sultra.

“Sistem pendataan capaian kinerja, yang telah diperoleh Kemenkum HAM-RI itu, terdiri dari data di Dinas Pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, Sosial, Kependudukan dan catatan sipil, Pemberdayaan perempuan, juga didukung dengan berbagai faktor pendukung lainnya, seperti dikepolisian tentang kondisi stabilitas keamanan yang baik di Kabupaten Buteng selama ini”, terangnya.

Selain itu, Pemkab Buteng tercatat, terkontrol dari system penganggaran APBD, mematuhi syarat undang-undang, dalam mengganggarkan sektor pendidikan sebesar 20 persen, kesehatan 10 persen, dan dana desa sebesar 10 persen. Hal ini didasari keterpaduan informasi masing-masing liding sektornya.

“Sesungguhnya Peduli HAM ini, bukan satu atau 2 faktor saja, melainkan banyak yang menjadi penilaiannya. Sehingga memperoleh penghargaan itu. Kriteria yang menonjol adalah sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), sementara daerah lain, telah mekar ditahun yang sama, belum miliki RSUD”, tuturnya.

Pejabat yang satu ini, berharap, pencapaian prestasi tersebut, selain patut dipertahankan, juga patut pula diapreseasi, karena daerah baru seperti Buteng sudah mampu meraih penghargaan tersebut.

“Penghargaan energy baru bagi pemeritahan dan masyarakat, terkhusus dalam penyelenggaraan pelayanan di masyarakat. Pegawai itu pelayan masyarakat, bukan malah sebaliknya. Saya minta berkah ini, menjadi motivasi agar lingkungan, bersih, sejahtera, agamis, harmonis diseluruh sisi kehidupan masyarakat”, ungkapnya.

Salah satu tokoh masyarakat Buteng di Kota Baubau, Radeni, menyebutkan masyarakat Buteng sangat wajar mendapat banyak penghargaan, “Peduli HAM”. Wilayah Buteng, toleransi dan saling sapa itu, telah terjalin diantara masyarkat sejak lama, karena memliki budaya yang sangat tinggi disbanding wilayah lainnya, katanya. (****).

%d blogger menyukai ini: