21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Cara Mengatasi Otot Betis yang Tegang

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi nyeri betis shutterstock

Otot betis yang tegang dan menyakitkan mungkin kita rasakan setelah sesi kardio intensif, lari, atau olahraga tubuh bagian bawah.

Rasa sakit ini umumnya sangat mengganggu karena seringkali terjadi pada waktu yang cukup lama. Apalagi, betis adalah bagian dari kaki yang selalu digunakan untuk berjalan.

“Sulit untuk mengistirahatkan kaki karena kita sering menggunakannya untuk berjalan,” kata profesor dan direktur ilmu kesehatan fisik dan kesehatan olahraga di Stanford University, Michael Fredericson, MD.

Selain sangat mengganggu, rasa sakit karena otot betis yang tegang juga bisa menjadi masalah serius jika dibiarkan berlarut.

Lalu, apa solusinya?

1. Foam rolling


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi foam rolling shutterstock

Spesialis ilmu olahraga dari Northwestern Medicine Running Clinic, Steven Mayer, MD mengatakan, foam roller mampu membantu meregangkan otot-otot dan tendon yang tegang. Sehingga, kita bisa melakukan peregangan yang lebih mendalam setelahnya.

Jika otot betismu terasa sakit, Mayer merekomendasikan foam rolling untuk seluruh betis dan tendon achilles (yang terletak di sepanjang betis bagian belakang menuju tumit).

2. Peregangan dinamis dan statis


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi peregangan dinamis shutterstock

Menurut Fredericson, peregangan dinamis adalah cara paling efektif untuk merenggangkan otot betis yang tegang. Peregangan dinamis adalah peregangan aktif yang menggabungkan gerakan dan memanaskan otot sambil meregangkannya.

Ini akan membuat sesi peregangan lebih efektif.

Fredericson merekomendasikan, jalan kaki dengan tumit, skipping dan gerakan high knee untuk meregangkan otot-otot pada betis.

Setelah melakukan peregangan dinamis, peregangan statis akan terasa lebih baik.

Mayer menyarankan untuk jalan berjinjit atau melangkah dengan mengangkat satu kaki untuk meregangkan bagian belakang betis. Tahan posisi tersebut selama 30-45 detik.

Kemudian, tekuk kakimu pada bagian lutut dan tahan lagi untuk meregangkan tendon achilles.

“Gerakan itu akan mengenai otot berbeda pada betis,” ujarnya.

Pengobatan otot tegang lainnya

Jika kamu mencari cara meredakan ketegangan otot betis lainnya, ada beberapa trik lain yang bisa kamu lakukan.

Angkat tumit: Fredericson menyarankan, letakan penyangga kecil di bagian tumit kedua sepatu. Ini akan membantu distribusi berat badanmu lebih merata dan menghilangkan ketegangan otot betis ketika berjalan.

Es: jika otot betismu sakit selama 24 hingga 48 jam setelah olahraga, Fredericson menyarankan penggunaan es untuk menurunkan peradangan yang terjadi.

Panas: jika kamu mengalami sakit setelah olahraga beberapa hari sebelumnya, es justru akan mengencangkan ototmu lebih kuat. Jadi, cobalah menggunakan heating pad yang akan membantu meregangkan dan merelaksasi betismu.

Ibuprofen: obat anti-inflamasi seperti ibuprofen bisa sangat membantu. Meskipun, ia menilai peregangan tetap menjadi opsi yang lebih efektif.
Jika kamu masih mengalami sakit betis setelah beberapa hari setelah melakukan peregangan secara berhati-hati, cobalah berkonsultasi dengan dokter.

Mayer menyebutkan bahwa cedera punggung dan pinggang juga bisa berkontribusi terhadap sakit betis. Sehingga, kamu mungkin membutuhkan pemeriksaan secara holistik.

Penulis: Nabilla Tashandra

Editor: Wisnubrata

Sumber: popsugar.com

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: