27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mengintip Penataan Kota Baubau, Hingga Mendapat Penghargaan “Swasti Saba”

Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), letak geografisnya tepat dijantung Pulau Buton, semestinya mendapat banyak penghargaan. Pasalnya. Kota yang terkenal memiliki benteng terluas di Dunia ini, semula merupakan Ibu Kota Kabupaten Buton. Seiring waktu, Kabupaten Buton mekar menjadi 5 Kabupaten/Kota, yakni; Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Wakatobi, dan Kota Baubau.

Kabupaten Buton sebagai induknya, berpindah Ibu kotanya ke Pasarwajo, jaraknya sekitar 45 Km dari jantung Kota Baubau.

Bagaimana kisahnya hingga Kota Baubau mendapat banyak penghargaan dari tingkat nasional.

Laporan : Gino Samsudin Mirsab.

Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau yang di Nakhodai DR AS Tamrin SH MSi di tahun ke-Lima (5)nya, sepatutnya masyarakat berbangga. Karena kota baubau, telah beberapa kali mendapat penghargaan dari tingkat nasional.

Penghargaan teranyar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes-RI). Yakni; Tropy, bernama “Swasti Saba atau Kota Sehat”,  dan diserahkan langsung Menkes-RI Prof Dr dr Nila Farid Moeloek SpM, kepada Wali Kota Baubau Dr AS Tamrin SH MSi, di gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat pada Selasa (28/11) lalu..

Penghargaan terbilang bergengsi ini, tentu bukan segampang membalikkan telapak tangan untuk mendapatkannya, sebagaimana kata pepata. Ini adanya karena kerja keras pada liding sektor hingga keterpaduannya dengan masyarakat Kota Baubau.

Harapannya AS Tamrin, penghargaan Swasti Saba dari Kemenkes-RI, Klasifikasi Pemantapan No. HK 02.02/Menkes/558/2017, tersebut, bukan sekedar pencitraan belaka saja, melainkan sebagai pemicu kinerja liding sektornya agar kedepan lebih sukses lagi.

“Mendapat penghargaan Tropy Swasti Saba dari Kemenkes-RI, itu tidak muda, dan paling berat adalah, mempertahankan predikat itu, kedepan kita berharap penghargaan tersebut Kota Baubau juga masih meraihnya”, kata AS Tamrin.

Mengintip penerimaan Tropy penghargaan tersebut, As Tamrin terbilang cerdas karena para pejabat Liding sektor dan tak ketinggalan para Camat se-Kota Baubau juga diboyong ke Jakarta. Sehingga dalam mempertahankan predikat Kota Sehat, bukan saja tanggung jawab Wali Kota Baubau, melainkan seluruh liding sektornya.

Secara teknis, penghargaan Swasti Saba dari Kemenkes-RI itu, sesuai penjelasan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes-RI, dr Anung Sugihantono MKes, didasarkan pada dua kriteria penilaian. Pertama, tatanan kemandirian, dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Kedua, tatanan pemukiman, sarana dan prasarana harus sehat, termasuk tatanan lalulintas, sarana perhubungan yang tertib, juga kawasan kepariwisataan sehat.

“Bukti adanya penghargaan Tropy Swasti Saba, karena kerja keras liding sektor, Camat se-Kota Baubau dan masyarakatnya. Sehingga melahirkan karya nyata. Arah kebijakkan menjadi lebih baik, dipercaya di tingkat nasional sebagaimana predikat Kota Sehat”, ujar AS Tamrin.

Melihat ratusan Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia, tambah AS Tamrin, tentu bukan persaingan yang gampang, ratusan Kota/Kabupaten ditanah air juga ingin mendapatkannya. Kuncinya adalah, bekerja tulus, ikhlas, pasti miliki hasil yang maksimal, papar AS Tamrin.

Masyarakat Kota Baubau, selain apreseasi atas penghargaan tersebut, patut diacungkal jempol Wali Kota AS Tamrin. Pasalnya. Dalam memimpin dikenal “bertangan dingin”, tak mengenal waktu dalam melayani masyarakatnya, sehingga makin banyak mendapat sambutan positif dari berbagai lapisan masyarakat.

Menariknya dipenghujung kekuasaan pada periode pertamanya AS Tamrin, sempat mengajak masyarakat, bahu-membahu mendukung Delegasi Kota Baubau; Fildan di Dangdut Akademi. Terbukti Fildan, Juara I. Di Kompetisi Akademi Asia 3, dipastikan juga Fildan akan menjadi Juara I, meskipun sedang berlangsung kualifikasi enam (6) besar saat ini.

Mengintip kinerja AS Tamrin, selayaknya seluruh lapisan masyarakat Baubau medukungnya, apalagi pasangannya telah ditetapkan Monianse, karena Pak Moniase memiliki basis masa yang jelas. Selamat, Sukses… Pasangan AS Tamrin-Monianse. Semoga meraih suara mayoritas di Pilwali Kota Baubau. Periode 2018-2023. (*****).

%d blogger menyukai ini: