27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Bentrokan Tentara Filipina dan Abu Sayyaf Tewaskan 7 Orang

Berita ini diberdayakan untuk republika.co.id

Oleh : Nur Aini

Tiga prajurit Filipina dan empat militan pro-ISIS tewas dan sebanyak 22 orang luka-luka dalam bentrokan singkat di satu pulau di bagian Selatan Filipina pada Jumat (5/4).

Tentara dari Batalion Scout Ranger ke-5 bentrok dengan sekitar 80 anggota kelompok Abu Sayyaf di kota Patikul, di Provinsi Sulu, kata Kolonel Gerry Besana, juru bicara Komando Militer untuk Mindanao Barat. “Bentrokan sengit selama 30 menit menewaskan empat orang dan sembilan luka di pihak musuh,” kata dia.

Kelompok Abu Sayyaf terkenal karena pemerasan, penculikan, pemenggalan kepala dan pengeboman, dan berjanji setia kepada militan ISIS di Irak dan Suriah. Kelompok di Patikul diyakini dipimpin oleh pemimpin Abu Sayyaf Hatib Hajan Sawadjaan, yang diidentifikasi oleh pihak keamanan sebagai dalang pengeboman gereja di Sulu pada Januari.


© Reuters Tentara Filipina di Marawi, Mindanao. Kota tersebut berada dalam darurat militer.

Pengeboman itu, yang menewaskan lebih 20 orang dan mencederai lebih 100 lainnya, termasuk warga sipil dan tentara, merupakan serangan bunuh diri oleh pasangan asal Indonesia dibantu oleh kelompok Abu Sayyaf, kata penguasa Filipina.

Besana mengatakan 13 prajurit dan sembilan petempur kelompok itu cedera dalam bentrokan paling belakangan di Patikul, tempat tentara Filipina mengejar mereka yang berada di balik serangan tersebut. Menurut dia, luka-luka yang diderita tentara sebagian besar ringan akibat terkena pecahan peluru, dan mereka berada dalam kondisi stabil. Tetapi keberadaan dan kondisi para militan yang luka-luka belum diketahui. Reuters belum dapat segera memverifikasi laporan militer itu.

%d blogger menyukai ini: