27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Sebanyak 39 Stasiun BBM Satu Harga Akan Dibangun Tahun Ini

Berita ini diberdayakan untuk sindonews.com

Oleh : Nanang Wijayanto


Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial secara perdana mengisi BBM di SPBU Kompak 86.975.26, di Waemagit, Air Buaya, Buru, Maluku, Jumat (22/2/2019). Foto/Nanang W

BURU – Pemerintah terus mewujudkan kesetaraan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh pelosok negeri. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun ini menargetkan dibangun sebanyak 39 penyalur BBM Satu Harga di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

“Program BBM Satu Harga merupakan wujud Nawacita Presiden Joko Widodo bahwa kita harus memulai membangun dari pinggiran. Kita harus menyediakan energi secara merata dan yang penting harganya terjangkau,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial saat meresmikan Program BBM Satu Harga, di Desa Waemagit, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku, Jumat (22/2/2019).

Menurut dia, secara nasional sejak 2017 hingga tahun ini akan dibangun 170 penyalur BBM Satu Harga. Di mana PT Pertamina (Persero) telah membangun 54 lokasi di tahun 2017 dan 68 lokasi di tahun 2018. Sementara badan usaha pendamping telah membangun penyalur BBM Satu Harga sebanyak tiga lokasi pada 2017, dan enam lokasi tahun lalu.

Baca Juga:
Jaringan Listrik Trans Sumatera Ditargetkan Selesai Akhir Tahun
PGN Bangun 5.120 Jaringan Gas Rumah Tangga di Bogor

“Ini adalah prinsip dari BBM Satu Harga yaitu kita harus menjangkau kesetaraan harga di seluruh negeri. Sangat tidak adil jika harganya lebih mahal dibandingkan saudara-saudara di Jawa,” ujar dia.

Terkait pembangunan BBM Satu Harga di Maluku, imbuhnya, pemerintah bersama Pertamina baru saja merampungkan pembangunan penyalur BBM Satu Harga yakni Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak di Desa Waemagit, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku. Kehadiran penyalur BBM Satu Harga tersebut diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Ego menyebut, sebelum adanya BBM Satu Harga masyarakat harus menempuh 88 kilometer ke Namlea untuk mendapatkan BBM dengan harga terjangkau. Bahkan sebelumnya harga BBM di wilayah tersebut mencapai Rp12.000 per liter.

“Dengan program BBM Satu Harga seperti kita lihat bersama bahwa harga Premium dan Solar sekarang sama dengan saudara-saudara kita di Jawa. Premium harganya Rp6.450 per liter dan Solar Rp5.150 per liter,” ujar dia.

Ego mengatakan, SPBU BBM Satu Harga Waemagit bukan yang pertama dibangun di Maluku. Pada 2017 lalu, satu lembaga penyalur BBM Satu Harga telah dibangun di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Sementara itu, empat lembaga penyalur BBM hadir di tahun 2018, yaitu di Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kecamatan Aru Utara, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru.

“Tahun 2019 ini akan dibangun membangun 3 tiga lembaga penyalur BBM Satu Harga di Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kecamatan Pulau Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut General Manager MOR VIII Pertamina Iin Febrian mengatakan akn menjamin pasokan di SPBU Kompak Waemagit. Adapun SPBU tersebut dipasok dari Terminal BBM Namlea sejauh kurang lebih 100 kilometer atau sekitar kurang lebih tiga jam jalan darat dengan alokasi perbulan sekitar 60 kiloliter untuk Premium dan Solar sebanyak 20 kl. SPBU tersebut melayani sekitar 2.825 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 11.299 jiwa.

“Kita pastikan dari segi pasokan aman dan handal. Level stok kita di TBBM Namlea ini di atas enam hari. Di bawah monitoring kami insyaallah suplai kita tidak ada kendala,” kata dia.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kuota volume BBM bersubsidi pada 2019 untuk Kabupaten Buru sebesar 4.979 kl untuk Solar dan 7.132 kl untuk minyak tanah. Sedangkan kuota volume BBM Penugasan Premium untuk Kabupaten Buru sebesar 9.097 kl.

Berdasarkan dataAdapun realisasi tahun 2018 seluruh penyalur BBM Satu Harga secara nasional untuk BBM subsidi Solar sebesar 30.934 kl atau 0,20% dari realisasi nasional, sedangkan realisasi BBM Khusus Penugasan Premium untuk penyalur satu harga sebesar 54.871 kl atau 0,59% dari realisasi nasional. Secara nasional kuota Solar ditetapkan sebesar 14,5 juta kiloliter per tahun dan kuota untuk Premium mencapai 11 juta kl.

Bupati Buru Ramly I Umasugi menyambut baik kehadiran BBM Satu Harga di daerahnya. Pihaknya memastikan kehadiran BBM Satu Harga tersebut mampu mengendalikan inflasi harga bahan pokok di daerahnya khususnya di Buru Selatan. Selain itu, kehadiran BBM Satu Harga akan menggerakan roda ekonomi daerah lebih cepat lagi.

“Sebelumnya untuk mendapatkan BBM harus menempuh jarak yang cukup jauh sehingga ini tidak efektif. Dengan hadirnya BBM Satu Harga ini maka sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk menekan inflasi daerah tahun ini sebesar 3%,” ujarnya. (fjo)

%d blogger menyukai ini: