28 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Sama-sama Pilot, Ibu dan Putrinya Terbangkan Pesawat Delta Airlines

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Delta Airlines. News.com.au

Hanya tujuh persen dari seluruh pilot di Amerika Serikat adalah perempuan. Jadi melihat seorang pilot perempuan apalagi dua dalam satu pesawat terbang adalah hal yang langka.

Nah, apa yang lebih langka lagi? Menyaksikan ibu dan anak perempuannya menjadi pilot dan kopilot di pesawat yang sama.

Dr John Watret, rektor Embry-Riddle Worldwide, sebuah universitas ilmu aeronautika, belum lama ini mengunggah foto Kapten Wendy Rexton dan putrinya Kelly Rexton menerbangkan sebuah pesawat milik Delta Airlines dari Los Angeles menuju ke Atlanta, AS.


© Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Delta Airlines.

“Baru saja terbang dari LAX menuju ATL dengan menggunakan Delta yang diterbangkan pasangan ibu dan anak perempuannya. Penerbangan hebat. Amat menginspirasi untuk para perempuan,” demikian John Watret lewat akun Twitter-nya.

Watret mengetahui, pasangan ibu dan anak ini menjadi duet yang menerbangkan pesawat tersebut keyika mendengar seorang penumpang meminta izin agar dua anaknya bisa melihat kokpit.

“Pramugari mengatakan, anak-anak itu diizinkan masuk ke dalam kokpit,” tambah Watret.

Saat kembali ke tempat duduk mereka, Watret mendengar, anak-anak itu membicarakan soal pasangan pilot yang ternyata adalah ibu dan anak perempuannya.

Kapten Wendy dan Kelly bukan satu-satunya keluarga Rexton yang bekerja di industri penerbangan.

Ayah Kapten Wendy, Bill Brown adalah pensiunan pilot maskapai Nortwest Airlines.Sedangkan sang suami, Michael Rexton adalah pilot maskapai penerbangan American Airlines.

Sementara, saudari Kelly Rexton yaitu Kate juga berprofesi sebagai pilot.

Meski banyak yang kagum akan pasangan ibu dan putrinya yang sama-sama pilot ini, beberapa netizen bergurau tentang sulitnya bekerja dengan ibu sendiri.

“Ini adalah berita paling luar biasa, serius. Saya dan ibu pasti tak bisa terbang bersama. Kami bahkan tak bisa akur soal menyalakan radio di dalam mobil,” demikian kicauan SharonDunn54.

Editor: Ervan Hardoko

Sumber: Travel Pulse

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: