29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Nasib Remaja “Egg Boy”, Ditawari Ferrari hingga Kini Benci Telur

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Potongan video memperlihatkan momen ketika Senator Australia Fraser Anning kepalanya dipukul telur oleh seorang remaja. Anning dikecam karena mengucapkan komentar kontroversial yang menyalahkan Muslim atas penembakan di masjid Selandia Baru Jumat (15/3/2019), dan menewaskan 49 orang. Screengrab from YouTube

Dia menuai pujian global atas apa yang oleh sebagian orang dicap sebagai tindakan “pembangkangan politik”.

Tapi sekarang remaja yang dikenal sebagai “Egg Boy” itu mengatakan hasutan oleh Senator Australia Fraser Anning justru telah menyatukan masyarakat setelah tragedi penembakan di Christchurch, Selandia Baru.

Will Connolly, remaja berusia 17 tahun ini terekam kamera menimpuk kepala Anning dengan telur ketika sedang berbicara kepada media pada pertemuan politik di tenggara Melbourne, Victoria awal bulan ini.

Sejak cuplikan gambar insiden itu menyebar ke seluruh dunia, sejumlah pengagum remaja asal Melbourne di media sosial telah menawarinya mobil Ferrari dan liburan bintang 5 di Turki.

Dalam sebuah wawancara dalam program The Project di Channel 10, remaja yang hanya ingin disapa Will ini awalnya hanya ingin hadir dalam pertemuan Senator Anning.

“Setelah tragedi itu di Christchurch, saya pikir dunia seharusnya mendukung semua korban,” katanya.

“Dan Senator itu mengeluarkan pernyataan yang agaknya merupakan pidato kebencian yang memecah-belah dan menyalahkan para korban atas serangan tersebut,” ujarnya.

“Saya benar-benar pergi ke sana untuk mendengarkannya selama satu jam untuk melihat apakah dia dapat mengubah pikiran saya,” lanjutnya.

Will mengaku sebagai orang yang pemaaf, tapi ternyata dia mempertimbangkan hal lain.

“Ketika itu saya ingin memaafkannya, tetapi kemudian dia mulai mengatakan beberapa hal lagi,” tuturnya,

“Pro humanity”
Remaja itu menyangkal berafiliasi dengan partai politik atau kelompok aktivis. Dia menegaskan dirinya sebagai “pro humanity” atau mendukung kemanusiaan.

Will juga tidak menyangka senator Anning akan bereaksi terhadap insiden itu.

“Tidak ada alasan untuk menyerang secara fisik siapa pun”, katanya.

Meski mengakui keputusannya untuk menimpuk kepala senator dengan telur bukan hal yang benar untuk dilakukan, remaja itu tetap memuji tindakannya sendiri.

Hal tersebut merujuk pada donasi yang dikumpulkan untuk membayarkan biaya proses hukumnya dan kini mencapai lebih dari 75.000 dollar Australia atau setara Rp 754 juta.

Dia tidak akan memakai uang tersebut, melainkan menyumbangkannya kepada korban penembakan di Christchurch.

“Telur ini telah menyatukan orang-orang dan uang yang telah dikumpulkan, puluhan ribu dollar telah dikumpulkan untuk para korban,” katanya.

“Itu akan membantu orang-orang yang terkena dampak tragedi di Christchurch, setiap sennya,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang julukan barunya, remaja itu mengungkapkan dia telah dijuluki “Egg Boy” sebelum menimpuk kepala senator Anning dengan telur.

“Saya akan menyantap telur rebus saat makan siang dan semua teman perempuan saya akan bilang ‘menjauh sana, makanan itu bau’,” candanya.

“Saya jadi tidak suka telur sekarang, benar-benar menjauhi telur,” katanya.

“Ketika itu saya ingin memaafkannya, tetapi kemudian dia mulai mengatakan beberapa hal lagi,” tuturnya.

Editor: Veronika Yasinta

Sumber: ABC Australia

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: