25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Ketua DPRD Busel Minta Sekab Busel Harus Berkualitas

Batauga-Timurmerdeka.com. Dari hasil lelang terbuka Jabatan Pimpinan Tertinggi Pratama (JPTP), Kabupaten Buton Selatan (Busel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), harus memiliki kualitas sesuai kompetensinya. Demikian dikatakan Ketua DPRD Busel La Usman usai mengikuti rapat di Aula Lamaindo Batauga belum lama ini.

Dalam komentarnya Usman menyebutkan Tim panitia seleksi (Pansel) tidak ada yang intervensi dari lembaga manapun termasuk anggota DPRD. Karena Tim pansel melihat dari beberapa segi. Artinya, dari 6 orang itu, sudah memiliki kelebihan-kelebihannya masing.

“Kinerja Tim Pansel tidak ada yang intervensi, termasuk lembaga DPRD Busel. Tergantung tim pansel yang dihasilkan. Siapa yang layak dari enam orang yang masuk dalam seleksi” katanya.

Dalam keyakinannya kata Usman, tim pansel tentu saja akan merekomendasikan tigas nama yang memiliki kualitas sesuai ketentuan penilaian. Apalagi melibatkan kerjasama tim assessment center Mabes Polri.

Harapannya politisi PAN ini, lelang jabatan itu, bisa berkualitas sesuai dengan kompetensi dalam menduduki jabatannya. Pasalnya. Sekertaris Kabupaten (Sekab), adalah dapur dan tulang punggung pemerintah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati.

Apapun yang dinilai pansel itu, yang harus dipedomani, karena di yakini kerja pansel pasti sangat berkualitas. DPRD tak akan mengintervensi penentuan jabatan tersebut. Karena ini merupakan hak prioregatif Bupati.

“Pansel ini sangat berkualitas karena itu, bukan pansel yang abal-abal. Tergantung pansel yang memberikan penilaian dan merekomendasikan 3 nama. Tinggal Bupati yang mengusulkannya ke tingkat pusat”, ujarnya.

Penilaian akhir seleksi Sekab terbuka ini, pansel akan jelas akan mendorong tiga nama yang memperoleh nilai tertinggi. Selajutnya Bupati akan memilih satu nama untuk diangkat sebagai pejabat Pimpinan Tinggi Pratama pada tujuh jabatan tersebut.

Sementara itu, Bupati Busel Agus Feisal, menjelaskan jabatan Sekab merupakan tulang punggung Bupati dan Wabup. Kendati demikian kriteria diinginkan, masih enggan disebutkan. Yang jelas, dari 6 orang, ada variable-variabelnya sebagai syarat seorang Sekab. Yang pasti adalah, jago adminitrasi, Jago mengawasan anggaran, loyal. Karena Sekab itu, tulang punggung Kesekretariatan di kantor Bupati.

“Syarat utama untuk bisa lolos harus terpenuhi beberapa syarat sesuai ketentuan. Syarat formilnya, jenjang jabatan, kemudian fungsi adminitrasi harus kuat. Saya kira tim assessment center yang nanti menyampaikan pendapatnya kepada Bupati. Artinya. Nanti kita lihat”, katanya.

Fokus penilaian dalam kopetensi Assesment tentu saja mengikuti ASN, jumlah yang telah mengikuti sebanyak 46 orang. Dan itu tersebar pada jabatan Sekretaris Daerah, jumlah 6 orang, kepala dinas pertanian berjumlah 4 orang, Dinas perhubungan berjumlah 6 orang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang berjumlah 6 orang, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah berjumlah 6 orang, Badan Penelitian dan Pengembangan berjumlah 14 orang, Badan Keuangan Daerah berjumlah 4 orang.

Menurut Agus, beberapa keuntungan yang dapat diperoleh melalui assessment center, karena masing-masing calon pejabat sesuai dengan kopetensinya. Demikian pula dalam pengembangan personilnya juga dilihat dikaji secara terus-menerus. Sehingga pejabat yang memiliki kinerja yang lebih baik tentu itu yang akan di akomodir sebagai seorang kepala SKPD, karena untuk mendiagnosa kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi organisasi.

Pejabatnya tentu akan bekerja pada posisi atau tempat yang sesuai kopetensinya. Sehingga dapat mengoptimalkan potensinya, mengetahui kebutuhan berdasarkan “feedback” yang diterimahnya.

“Semoga yang lulus assessment, orang yang terbaik, memiliki keinginan tulus, membantu tugas-tugas bupati, agar kedepan akselerasi pembangunan Busel ini dapat ditopang oleh Tim pemain di SKPD”, harap Agus mengakhiri komentarnya. (Gino).

%d blogger menyukai ini: