20 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

KBRI Cairo Deportasi Masiswa Indonesia Yang Ditahan di Mesir

Cairo, TimurMerdeka.com -Setelah ditahan sejak 22 November 2017, Muhammad Fitrah, mahasiswa Al Azhar asal Riau, akhirnya pihak Dinas Keamanan Nasional Mesir memutuskan untuk dideportasi ke Indonesia pada Sabtu (9/11/2017) dini hari, waktu setempat.

Siaran pers yang diterima dari KBRI Cairo menyebutkan, Fitrah dibawa dari penjara  Kantor Polisi Nasr City Cairo ke Bandara Cairo, Jumat  (8/12) malam dan  dipulangkan ke Indonesia dengan penerbangan Sabtu dini hari waktu Cairo, kata Dubes RI untuk Mesir Helmy Fauzy.

Dubes RI, Helmy Fauzy mengatakan,  setelah  mendapat konfirmasi otoritas Mesir rencana deportasi, Kamis (7/12), KBRI Cairo langsung  mengatur kepulangan Fitrah dengan penerbangan pada kesempatan pertama yang tersedia. Karena itu  dalam proses pemulangan ke Bandara Cairo,  Fitrah didampingi oleh staf KBRI Cairo.

Sebelum dideportasi, Fitrah sudah sempat berkomunikasi dengan pihak keluarga di Riau, difasilitasi pihak KBRI,  saat  Fitrah dijenguk di penjara  tangggal 6 Desmber 2017.

“Waktu kami besuk kemarin bersama Ibu Dwi Ria Latifa, istri Dubes RI Helmy, langsung dihubungkan dengan keluarganya ke Riau per telpon, “tutur   Ninik Rahayu, Pelaksana Fungsi Konsuler KBRI Cairo.

Muhammad Fitrah adalah salah satu dari 19 mahasiswa Indonesia yang dideportasi oleh Pemerintah Mesir pada tahun 2017.

Fitrah ditangkap bersama empat mahasiswa lainnya dalam razia aparat keamanan Mesir di kawasan Nasr City, Cairo pada tanggal 22 November 2017 lalu.

Dubes RI Helmy mengatakan dari lima mahasiswa yang ditahan tanggal 22 tersebut, dua telah dibebaskan  pada hari penangkapan karena bisa menunjukkan izin tinggal, sementara dua lainnya telah dideportasi ke Indonesia pada tanggal 30 November 2017 lalu.

Dalam perkembangannya, meski masih memiliki izin tinggal, Fitra tetap dideportasi karena alasan keamanan. “Ini yang sedang kita akan dalami dan komunikasikan dengan Pemerintah Mesir. Alasan keamanan seperti apa yang membuat Fitrah harus dideportasi meski dia memiliki izin tinggal, “kata Dubes yang juga mantan anggota Komisi 1 DPR-RI dari Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Sebelumnya, Helmy pernah mengimbau,  atas alasan situasi dan prosedur imigrasi dan keamanan yang belum kondusif di Mesir, KBRI Cairo mengimbau Pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara pengiriman mahasiswa Indonesia ke Mesir.

Sebab, Dubes Helmy kuatir bahwa  kejadian penahanan mahasiswa Indonesia di Mesir akan terus berulang karena kondisi keamanan dalam keadaan darurat, apa lagi saat ini,  masih terdapat sejumlah mahasiswa Indonesia yang belum memperoleh perpanjangan izin tinggal.

“Imbauan ini ditujukan sebagai upaya perlindungan warga Indonesia, dan tentu semua ini untuk kepentingan ketenangan proses studi mahasiswa Indonesia di Mesir,”tandas  Dubes RI Helmy. HM

%d blogger menyukai ini: