21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Khofifah, Bantah Romahurmuziy Rekomendasikan Kakanwil Kemenag Jatim

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh : Maulana Ramadhan

Mantan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy mulai x27;bernyanyix27; dalam kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kemenag yang menjeratnya. Selain Romy, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Haris diduga memberikan sejumlah uang kepada Romy.

Romy–sapaan akrab Romahurmuziy–menyebut sejumlah nama yang diakuinya ikut berperan dalam kasus yang kini menjeratnya. Salah satu nama yang disebut Romy adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah, disebut Romy, ikut merekomendasikan nama Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Menanggapi pernyataan tersebut, Khofifah membantahnya. Ia mengaku, tidak pernah terlibat jual-beli jabatan apa pun bahkan sejak sebelum menjabat sebagai Gubernur.

“Sejarah kepemimpinan saya di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN zaman Gus dan Kemensos zaman Pak Jokowi, insyaallah tidak akan ditemukan jejak jual beli jabatan dalam bentuk apapun, eselon berapapun,” ujar Khofifah kepada kumparan, Sabtu (23/3).

Terkait proses pemilihan sebagai Kakanwil, Khofifah mengatakan, seluruhnya dilakukan oleh panitia pelaksana (pansel).

“Proses seleksi kanwil juga oleh pansel. Saya tidak tahu kapan seleksinya, siapa dan kapan diumumkan hasilnya,” kata Khofifah.

Ia meminta semua pihak tetap menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Mantan Menteri Sosial itu juga mendoakan Romy tetap tabah menghadapi kasus hukum yang dihadapi.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy berjalan menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Reno

“Semoga dapat menjalani semuanya dengan dan sabar. Kita serahkan proses hukum yang sedang berjalan kepada KPK. Kita menghormati semua proses yang sedang berjalan,” ucapnya.

Sebelumnya, Romy mengelak adanya praktik jual beli jabatan di Kemenag. Ia mengklaim, pemilihan sebagai Kakanwil Kemenag Jatim adalah upaya meneruskan aspirasi.

“Memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang kiai, Kiai Asep Saifuddin yang dia adalah seorang pimpinan ponpes (pondok pesantren) besar di sana. Dan kemudian Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan x27; , percayalah dengan , karena ini orang yang pekerjaannya bagusx27;,”kata Romy di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3) usai menjalani pemeriksaan.

“Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan, x27;kalau Mas saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan Pemprov itu lebih baikx27;,”lanjutnya.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Tersangka Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanudin (tengah) dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Reno

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Romy sebagai tersangka suap seleksi jabatan di Kemenag. Romy diduga menyalahgunakan jabatannya selaku Ketua Umum PPP.

Romy juga diduga telah menerima suap Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin. juga menetapkan Muafaq dan Haris sebagai tersangka.

%d blogger menyukai ini: