30 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

5 Fakta Kasus Foto 6 ASN Acungkan 2 Jari di Sekolah, Bawa Stiker Prabowo-Sandi hingga Dipecat

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com


Foto enam orang yang diduga ASN di Provinsi Banten memegang stiker Prabowo viral di media sosial, Senin (18/3/2019). Facebook about Tangerang

Gara-gara foto dengan pose dua jari dan menunjukkan stiker Prabowo-Sandi, 6 guru honorer di Tangerang dipecat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin mengatakan, keenam aparatur sipil negara (ASN) itu dianggap telah melanggar peraturan, salah satunya tidak boleh berkampanye di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, foto enam guru honorer tersebut sempat menjadi viral di media sosial.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Jadi viral, Bawaslu Tangerang selidiki foto 6 ASN


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi media sosial shutterstock

Sebuah foto yang menampilkan enam orang berseragam cokelat khas PNS dengan logo Pemerintah Provinsi Banten memegang stiker Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan berpose dua jari, menjadi viral.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten, Badrul Munir mengaku, sudah mengetahui adanya foto tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

“Hari ini kami sudah menerima foto tersebut dari berbagai pihak sejak siang tadi, kami sudah kerahkan jajaran sampai ke tingkat terbawah untuk identifikasi lokasi, orang-orang hingga instansinya,” kata Badrul, sata dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (17/3/2019).

2. Jenis pelanggaran menurut Bawaslu


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi kampanye, juru bicara, juru kampanye. TOTO SIHONO

Badrul mengatakan, akan memberlakukan sanksi sesuai tingkatannya yang dilanggar oleh keenam orang yang ada di foto tersebut.

“Sanksinya nanti melalui komisi ASN ataukah langsung, kami lihat dulu pada level apa jika dia ASN,” ujar Badrul.

Menurut Badrul, ini adalah kali pertama di Banten ketika foto-foto yang diduga ASN berpose dengan atribut kampanye salah satu pasangan calon presiden.

“Secara spesifik ada bahan kampanye yakni stiker, ini baru pertama kali, sebelumnya kan hanya pose jari saja atau hadir dalam kegiatan kampanye,” kata dia.

Badrul mengimbau, para ASN untuk patuh pada aturan, yakni harus netral dalam pemilu, netral dalam bersikap, dan netral dalam bertindak.

“Imbauan kami untuk para ASN, ikuti aturan yang berlaku,” imbau Badrul.

3. BKD Banten pecat 6 guru honorer


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi dipecat. Shutterstock

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin mengatakan, keenam guru tersebut dipecat satu hari setelah foto tersebut viral di media sosial pada Senin (18/3/2019).

“Iya betul dipecat, diberhentikan oleh Kepala Dinas Pendidikan, karena pengangkatan oleh dinas,” kata Komarudin, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Kamis (21/3/2019).

Komarudin menyebut, enam guru tersebut merupakan tenaga honorer di SMAN 9 Kabupaten Tangerang. Sementara, tempat pengambilan foto dilakukan di salah satu ruangan di sekolah.

4. Hasil penyelidikan BKD Banten terkait foto 6 guru honorer


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi PNS KOMPAS.COM/RAHMAN PATTY

Dari hasil penyelidikan foto dan berdasarkan laporan kronologi, Komarudin mengatakan foto tersebut diambil secara sengaja, karena diarahkan.

Keenamnya juga disebut melanggar aturan lantaran menggunakan atribut seperti seragam dan juga terdapat logo Provinsi Banten di bagian lengannya.

“Kalau non-ASN tidak ada pilihan, turun pangkat tidak ada pangkat. Itu sudah perjanjian antara pemberi kerja dan pekerja, ketika ada kode etik hal yang di luar kepatutan, pilihannya hanya itu,” kata dia.

5. Alasan pemecatan enam guru honorer


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi sekolah rusak Shutterstock

“Ini kan kejadiannya di sekolah, dan kedua mereka walaupun non-ASN tapi digaji dari APBD, apalagi pakai seragam. Kalau tidak ada tindakan, khawatir seolah ASN tidak netral,” kata Komarudin.

Selain itu, Komarudin mengatakan, pemecatan enam guru tersebut sudah sesuai aturan yang berlaku. Di mana salah satunya tidak boleh berkampanye di lembaga pendidikan termasuk sekolah.

Seperti diketahui, sebuah foto enam guru honorer aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Banten tengah berpose dua jari sambil pamer stiker Prabowo-Sandi. Foto tersebut menampilkan enam orang berseragam coklat khas PNS dengan logo Pemerintah Provinsi Banten.

Sumber: KOMPAS.com (Acep Nazmudin)

Penulis: Michael Hangga Wismabrata

Editor: Robertus Belarminus

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: