30 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Trump Ancam Acara Komedi yang Kerap Meledeknya

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Presiden AS, Donald Trump. AFP/SAUL LOEB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menggelar investigasi terhadap acara televisi Saturday Night Live’s yang dianggap terus menerus mengolok-oloknya.

Lewat akun Twitternya, Trump mengatakan Komisi Pemilihan Federal dan/atau Komisi Komunikasi Federal (FCC) seharusnya memeriksa acara komedi yang sudah lama tayang stasiun telebisi NBC itu.

NBC tidak menyiarkan episode baru pada Sabtu malam, malah mengulang episode yang tayang pada Natal tahun lalu.

Dalam episode itu diparodikan Trump tidak pernah menjadi presiden AS dan semua orang di sekitarnya justru terlihat bahagia.

Namun, episode ulangan itu nampaknya membuat Trump marah dan menumpahkan kekesalannya lewat Twitter.

“Sangat luar biasa bahwa acara seperti Saturday Night Live, tidak lucu, bisa terus menerus mengolok-olok orang yang sama (saya), berulang kali, tanpa menyebut sisi yang lain. Seperti iklan tanpa konsekuensi. Sama sepeti Late Night Show,” kata Trump.

“Apakah Komisi Pemilihan Federal dan/atau FCC memeriksa ini? Pasti ada kolusi dengann Demokrat dan, tentu saja, Rusia! Sebuah peliputan yang tak seimbang, sebagian besar beritanya palsu. Sulit dipercaya saya menang. Rating saya 52%, 93% di antara pendukung Republik. Maaf!” tambah Trump.

Namun, klaim Trump soal persentase penerimaan publik berbeda dengan hasil survey yang dilakukan Gallup.

Hasil survey itu menunjukan level penerimaan Trump hanya 39 persen dan sebanyak 57 persen warga AS tidak menerima dia.

Satu survey yang dilakukan Rasmussen memang menunjukkan level penerimaan warga terhadap Trump mencapai 52 persen tetapi itu adalah angka bulan Februari.

Pada Februari lalu, Trump juga mengecam Saturday Night Show dan menyebut media sebagai musuh masyarakat.

Alce Baldwin, yang memerankan Trump dalam acara itu, tak tinggal diam dan membalas kritikan Trump.

“Saya pikir jika seorang presiden mengatakan kepada followersnya bahwa peran saya dalam sebuah komedi sama dengan menjadi musuh masyarakat, apakah ini sebuah ancaman bagi saya dan keluarga saya?” ujar Baldwin.

Sementara, untuk menjawab adalah sebuah acara komedi diizinkan mengolok-olok seorang presiden tanpa konsekuensi, American Civil Liberies Union menjawan singkat: “Itu namanya adalah Amandemen Pertama.”

Hal senada disampaikan kolumnis masalah hukum Elura Nanos.

“Acara komedi tak memiliki kewajiban legal apapun terkait satir yang mereka bawakan, meski pusat dari lelucon itu adalah tokoh politik,” kata Nanos.

“Demikian juga program berita yang diizinkan hanya menyorot satu sisi. Sebagai badan pemerintah, komisi komunikasi federal (FCC) harus menghormati Amandemen Pertama,” tambah dia.

“Artinya, jika FCC melakukan sensor berdasarkan konten politiknya maka yang dilakukan FCC adalah ilegal,” Nanos menegaskan.

Editor: Ervan Hardoko

Sumber: Yahoo Movies

Copyright Kompas.com

%d blogger menyukai ini: