27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

KPK Kantongi Nama Internal Kemenag ‘Pembantu’ Romi

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh ; Juven Martua Sitompul

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama pihak yang membantu eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) mengatur jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Pihak yang membantu Romi memuluskan jabatan pesanan diduga dari internal Kemenag.

“Tentu sudah kami identifikasi ya, tapi sampai saat ini tentu belum bisa disampaikan karena hal itu terkait dengan materi penanganan perkara, nanti akan kami dalami terlebih dahulu,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.

Dua lokasi digeledah penyidik hari ini yakni Kemenag dan Kantor DPP PPP. Ruangan di Kemenag yang ‘diacak-acak’ penyidik adalah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan, dan Kepala Biro Kepagawaian Kemenag.

Di Kantor PPP, penyidik menggeledah ruang kerja Romi, bendahara PPP, dan administrasi PPP. Dari lokasi penggeledahan, sejumlah dokumen penting tentang proses seleksi jabatan di Kemenag dan kepengurusan PPP disita penyidik.

Termasuk, menyita uang ratusan juta dalam bentuk rupiah dan dollar Amerika dari ruang kerja Lukman. Uang itu diduga berkaitan dengan praktik jual beli jabatan di Kemenag.

“Ya terkait dengan posisi tersangka RMY yang pasti ya, karena kami lebih banyak menyita dokumen-dokumen yang relevan di lokasi tersebut,” ujarnya.

Sayangnya, Febri masih menjawab diplomatis saat disinggung pihak internal yang membantu Romi memuluskan jabatan pesanan adalah Lukman. Mengingat, Lukman merupakan kader dari partai yang dipimpin Romi.

“Saya kira kita jangan menyimpulkan dulu ya, apakah ada pihak lain yang akan diproses nanti tergantung pada alat bukti dan perkembangan penanganan perkara,” pungkasnya.

Pihak yang membantu Romi memuluskan jabatan pesanan diduga dari internal Kemenag.


© Juven Martua Sitompul Pihak yang membantu Romi memuluskan jabatan pesanan diduga dari internal Kemenag.

KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ); dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS).

Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan di Kemenag untuk kedua orang tersebut. Muafaq dan Haris diduga menghubungi Romi untuk mengurus proses seleksi jabatan di Kemenag.

Atas perbuatannya, Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Muafaq dan Haris selaku pemberi suap dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terhadap Muafaq, KPK mengenakan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

%d blogger menyukai ini: