22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

LULUSAN PENDIDIKAN INDONESIA ; MENGANGGUR

Berita ini diberdayakan untuk facebook

@ disediakan timurmerdeka.com, ilustrasi industri menjadi moderen

Opini ; Eddy Boekoesoe

Harian Tempo pada hari kamis tgl 14 Maret memuat headline tentang pendidikan yang miskin – terobosan dari dua Cawapres dalam menghadapi debat pilpres ketiga nanti.

Dunia pendidikan Indonesia sudah jenuh, sejak mengikuti perintah undang undang tentang porsi 20% pada APBN. Bahkan sekarang menunjukkan hasil diminishing return.

Pengangguran terbesar ada pada tingkatan SMK (sekolah menengah kejuruan-red), yang merupakan program harapan pemerintah. Mengapa justru terjadi diminishing return pada lulusan hasil pendidikan kita?

@ Disediakan oleh timurmerdeka.com, pekerja wanita, ilustrasi

Sebabnya, output pendidikan kita tidak mendapat pasar kerja sehingga jadi menumpuk dan timbulah pengangguran. Pendidikan kita hanya menghasilkan orang pandai, sedangkan dunia kerja (industri moderen) butuh tenaga yang mampu menghasilkan.

Dari mana industri mendapatkan tenaga kerja yang mampu menghasilkan atau meningkatkan produksi? Rupanya itu adalah hasil pendidikan industri moderen.

Jadi, industri moderen itu dalam konteks ini adalah juga berfungsi semacam sebuah lembaga pendidikan akan tetapi bukan penghasil orang pandai seperti institusi pendidikan pada umumnya yang kita kenal dewasa ini. Akan tetapi lembaga tersebut dapat menghasilkan – tenaga kerja yang bisa bekerja.

@ disediakan timurmerdeka.com, pekerjaan memotong ikan yang dilakukan berulang-ulang.

Hal ini secara umum tidak populer, oleh karena itu tidak diketahui oleh masyarakat yang tidak memiliki kegiatan industri moderen.

Industri moderen tidak butuh orang pandai walaupun sudah dipersenjatai dengan ketrampilan tertentu seperti alumnus SMK yang telah menelan biaya APBN ber-Triliunan setiap tahun.

Industri moderen butuh tenaga kerja yang polos bahkan yang drop out SD sekalipun – bisa.

@ disediakan timurmerdeka.com, pekerja industri yang tidak perlu pandai

Kepala bagian Production and Planning di pabrik saya itu, seorang yang hanya tamatan setingkat SMP. Akan tetapi berkat pendidikan industri moderen yang dilaluinya selama ini sehingga Dia mendapatkan kepercayaan untuk job jabatan tersebut.

@ disediakan timurmerdeka.com, kepala produksi

Hasil didikan industri moderen itu dapat menjadi tenaga spesialist untuk industri tertentu. Kesimpulannya, perilaku industri moderen akan mengajarkan sendiri pekerjanya berulang-ulang sampai pekerjanya menjadi mahir – bahkan bisa mengeksekusi pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.

Disarankan, tidak perlu pemerintah menyediakan tenaga kerja untuk industri moderen. Biaya mahal yang selama ini dikucurkan melalui APBN, lebih baik dipakai untuk mendirikan industri moderen dengan – MEMBELI. Artinya membiayai pembangunan industri moderen dengan menyewa tenaga ahli, yang banyak berkeliaran di dunia ini. Merrrdekaaa…..!!!!

Penulis : Eddy Boekoesoe.

Editor : Laode Muhamad Amirul N.

%d blogger menyukai ini: