29 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Warga Rantau Nilai La Bakry, “Sang Creator

Melirik kinerja Bupati Buton Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) La Bakry, selain patut diacungi jempol, juga selayaknya La Bakry ditetapkan “Sang Creator”. Pasalnya. Selain dia tidak mengenal waktu dalam bertugas, juga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengenal yang namanya pamrih.

Bagaimana kisah warga Buton di rantau tersebut hingga menyebutkannya Sang Creator itu .

Berikut kisah dan Laporan : Gino Samsudin Mirsab.

Bupati Buton yang telah 2 kali menjabat sebagai Wakil Bupati, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Buton, selain patut dibanggakan, juga sepantasnya disebut “Sang Creator”, dan dianugrahi jabatan tertinggi di Buton. Karena itu, warga perantau asal Buton di Kalimatan, Papua, Maluku, dan di luar Indonesia, meminta semua pihak di Jantung Kota Pasarwajo mendukung pemerintahan La bakry. Demikian dikatakan sejumlah warga Buton di Perantauan yang di Wakili Hasbullah di Samarinda belum lama ini.

Dalam komentar Hasbullah, La Bakry selain dia seorang pemuda manut ketika bersekolah di SD, SMP, SMA di Pasarwajo hingga lanjutan ke Perhguruan Tinggi, Ia dikenal memiliki predikat dan integritas terbaik. Karena itu bilamana pemerintah pusat Jakarta memberikan jabatan tertinggi dewasa ini, itu merupakan penghargaan atas jasa-jasa baiknya selama ini.

“Kehadiran La Bakry, selama menjabat sebagai kepala pemerintahan di Kabupaten Buton, telah banyak memberikan kontribusi sumbangsi pemikiran, bahkan Ia (La Bakri), dalam bekerja melayani masyarakat, tak perna lelah dan mengenal waktu. Sehingga bilamana pemerintahan Jokowi, memberikan kepercayaan tertinggi,  itu setimpal dengan karyanya selama ini”, papar Hasbullah juga asal etnis Cia-Cia.

Senada dengan itu, pengusaha sukses asal Pasarwajo di Papua, H Syaharuddin, La Bakry patut diacungi jempol, karena kinerjanya dalam membangun, terutama suksesnya penempatan ibukota Kabupaten Buton di Pasarwajo, La Bakri memiliki andil besar.

Selain itu tambah Syaharudin, Bupati Buton La Bakry terbilang hidupnya sangat sederhana, itu terdidik dengan ilmu sederhana yang dimiliki kedua orang tuanya. Bahkan kalau saat ini, dikenal enggan mengambil hak-hak orang lain, apalagi mau korupsi uang negara, itu benar adanya.

Ia menghimbau, agar pertahankan sikapnya. Bisa jadi La Bakry akan menjabat 6 periode. Maksudnya, 2 periode wakil bupati, dan empat periode menjadi Bupati Buton. “La Bakry hidupnyanya sederhana, ajaran orang tuanya, dan bilamana bisa pertahankan sikapnya, tentu La Bakry bisa menjabat 6 periode. Artinya 2 periode Wakil Bupati, menjabat Bupati 4 periode”, kata H Syaharudin.

H La Madingkalo Palangkaraya, selain bangga akan pembangunan juga berharap jangan hanya infrastrukturnya, melainkan juga bangun Sumber Daya Manusia (SDM). Kedepan daerah yang kaya tambang Aspal, dan tambang lainnya, harus di manfaatkan oleh putra daerah. Artinya, bagi yang berprestasi harus diberikan, beasiswa, melanjutkan pendidikan kejenjang Doktoral.

“Hal ini saya tegaskan di Era ekonomi Globalisasi dan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tentu kompetisi sangat ketat. Sehingga bilamana kurang SDM, peluang itu akan direbut orang lain., bukan berarti kita menutup orang luar”. Katanya.

Menyinggung tentang pekabat pemerintahannya saat ini, La Bakry jangan ragu-ragu bilamana mau mencopot pejabatnya yang ogah-ogahan dalam bekerja. Bagi pejabat yang demikian patut saja diganti…!. Artinya, yang berprestasi itu dipupuk, namun yang Ogah-ogahan Ya.. diganti.

“Bagi kepala dinas yang ogah-ogahan diganti saja. Jangan ambil resiko, sebagaimana yang saat ini, kit abaca dibanyak media, bahwa ada pejabat Buton, terpaksa di tahun petugas hokum karena korupsi”, H Madi sapaan akrab pengusaha sukses asal Buton di Palangkaraya. (*****).

%d blogger menyukai ini: