23 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

La Bakry: Utamakan Kualitas Kerja di Buton

Buton-Timurmerdeka.com. Kehadiran Enam (6) orang pejabat baru di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), selain diminta agar tunjukkan kinerja dengan maksimal, juga mental korupsi jangan lagi ada di Pemkab Buton. Demikian ditegaskan Bupati Buton La Bakry, belum lama ini ketika melantik 6 orang pejabat di lingkup Pemda Buton belum lama ini.

Menurut La Bakri, Enam pejabat yang dilantik tersebut, masing-masing; Kepala Bappeda, Ahmad Mulia, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Safruddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ilham Habo Nibu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Murtaba Muru, Staf  Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Juriaddin, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik, Manafu.

Menyikapi dilantiknya enam pejabat tersebut, La Bakry meminta agar masing-masing pejabat hendaknya mengambil langkah dalam mempercepat penyelesaian rencana kerja Tahun Anggaran (TA) 2018 mendatang. Pasalnya. Dalam esensi penetapan aparatur pada jabatannya adalah meingkatkan pelayanannya kepada masyarakat.

“Sesuai pelayanan standar dalam pemerintahan, yakni; Cepat, tepat, dan memuaskan sesuai transparansi dan akuntable dimasyarakat”, pintanya.

La Bakry juga, tidak menginginkan adanya birokrasi yang bekerja tak beres. Artinya. Kerjanya terukur, dan memiliki Visi yang jelas. Hal ini disebutkan, karena keenam pejabat yang baru saja dilantik itu, telah memenuhi uji kopentensi dimana melibatkan Lembaga Adminitrasi Negara (LAN).

“Didalam melahir enam orang pejabat ini, melibat banyak orang, serangkaian ketatnya persaingan diantaran mereka. Bahkan pola kinerja mereka telah dipaparkan dalam uji kopentensi itu”, urai Bakri.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPPD) Kabupaten Buton, Zanuriah yang ditemui secara terpisah mengungkapkan, pelantikkan tersebut, seharusnya lebih cepat. Hanya saja sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri belum lama ini diterbitkan. Usai lelang jabatan, kemudian dilantik pejabatnya, meskipun itu terbilang terlambat, katanya. (Gin/Im).

%d blogger menyukai ini: